Revitalisasi SMPN 12 Sigi Rampung 100 Persen

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah murid antusias mengikuti pelajaran di ruang kelas yang sudah nyaman dan bersih (foto : agus_beritaformat)
Sejumlah murid antusias mengikuti pelajaran di ruang kelas yang sudah nyaman dan bersih (foto : agus_beritaformat)

Program revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 12 Sigi, Sulawesi Tengah, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dilaporkan telah rampung dengan progres pekerjaan mencapai 100 persen.

Program bantuan pemerintah tersebut memiliki nilai sekitar Rp1,2 miliar dan mencakup 13 menu rehabilitasi. Pekerjaan meliputi sembilan ruang kelas, ruang administrasi, laboratorium IPA, perpustakaan, serta fasilitas sanitasi dan toilet.

Kepala SMPN 12 Sigi, Gatot, mengatakan revitalisasi tersebut memberikan perubahan terhadap kondisi sarana pendidikan di sekolahnya. Sebelum direhabilitasi, sejumlah ruang belajar mengalami kebocoran ketika hujan, sementara fasilitas toilet dinilai kurang layak digunakan.

"Alhamdulillah dengan adanya bantuan revitalisasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya di sekolah kami, sekolah menjadi aman, nyaman serta berhasil dengan baik," ujar Gatot saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Gatot, kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal setelah pekerjaan fisik dinyatakan selesai. Namun, proses administrasi belum sepenuhnya rampung karena masih menunggu pemeriksaan dan penyelesaian laporan dari tim P2SP.

"Untuk pelaporan hasil pekerjaan itu semua yang buat tim P2SP. Dinas hanya memantau dan mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan di lapangan, dengan tetap menjaga standar mutu yang telah ditetapkan," katanya.

Ia menjelaskan, penggunaan anggaran juga dievaluasi setelah pekerjaan utama selesai. Menurutnya, masih terdapat sisa anggaran yang kemudian dimanfaatkan untuk penataan lingkungan sekolah sesuai petunjuk teknis.

Penataan tersebut antara lain berupa pengecoran, perbaikan pintu gerbang, pembangunan sumber air dangkal, serta penambahan toilet di ruang guru.

Gatot berharap revitalisasi tahap berikutnya dapat menyasar empat gedung sekolah yang belum mendapat rehabilitasi.

"Mudah-mudahan empat gedung yang belum tersentuh rehab dapat menjadi bagian dari usulan kebutuhan di Dapodik pada program revitalisasi tahap berikutnya," ujarnya.

Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, pihak sekolah kini menunggu tahapan pemeriksaan serta penyelesaian administrasi program. Sementara prasasti bangunan masih menunggu penetapan nomor kode inventaris dari BPKAD untuk dicantumkan pada prasasti yang akan dipasang di bangunan sekolah.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan