Pemerataan Lahan Pascabencana di Sigi Capai 130 Hektare, Target Tuntas 150 Hektare Tahun Ini

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Progres pemerataan lahan untuk pertanian warga terdampak bencana gempa dan likuifaksi tahun 2018 lalu di Desa Lolu, Kabupaten Sigi (foto : agus_berita format)
Progres pemerataan lahan untuk pertanian warga terdampak bencana gempa dan likuifaksi tahun 2018 lalu di Desa Lolu, Kabupaten Sigi (foto : agus_berita format)

Progres pekerjaan intensifikasi dan pemerataan lahan pertanian terdampak gempa dan likuifaksi 2018 di Kabupaten Sigi terus menunjukkan peningkatan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sigi mencatat sudah lebih dari 130 hektare lahan petani yang diratakan, dengan target 150 hektare rampung sebelum Desember 2025.

Kabid Bina Marga PUTR Sigi, Triyono, menjelaskan bahwa pemerataan dilakukan berdasarkan titik-titik lahan yang ditunjuk langsung oleh kelompok tani. Prioritas diberikan pada lahan yang sudah siap digarap, memiliki akses air, serta telah tersedia bibit.

“Bukan sekadar bersihkan lalu ditinggal. Kami libatkan petani untuk menunjukkan titik intensifikasi, mana lahan yang siap diolah. Tugas kami meratakan gundukan tanah pascabencana,” ujar Triyono, Senin (17/11).

Terkait bentuk pematang tanah, Triyono menegaskan bahwa pembentukan batas tanam merupakan bagian dari pekerjaan petani sendiri. Pematang yang sebelumnya sudah ada tetap dipertahankan dan dirapikan kembali menggunakan alat kelompok tani.

“Saat lahan digusur, otomatis batas tanah akan membentuk pematang meski tidak sempurna. Tanah buangan itu yang kemudian dirapikan lagi oleh petani,” jelasnya.

Triyono menyebut durasi pengerjaan per hektare tidak bisa dipukul rata, karena bergantung kondisi lapangan. Selain menggunakan alat milik daerah, PUTR juga menyewa tambahan alat berat untuk mempercepat pekerjaan.

Saat ini, tiga unit alat berat bekerja di Desa Lolu (dua dozer dan satu ekskavator), serta satu unit di Desa Karawana, Kecamatan Dolo. Total 130 hektare sudah dituntaskan, dengan rincian Karawana, Dolo: 90+ hektare, Mpanau & Lolu, Sigi Biromaru: ±30 hektare

“Kami optimis bisa capai 150 hektare. Program Bupati adalah merampungkan pemulihan lahan rusak pascagempa secara bertahap di beberapa lokasi,” tambah Triyono.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sigi Biromaru, Sri Winarti, turut membenarkan progres intensifikasi di Lolu. Berdasarkan pengukuran poligon penyuluh per 16 November, lahan yang sudah diratakan mencapai 20,71 hektare.

Ia juga menyebut terdapat 18 hektare lahan swadaya petani yang mulai direhabilitasi tiga kelompok tani, meski baru 3 hektare yang selesai dikapling.

“Masih tersisa 44 hektare yang belum ditangani. Kami terus koordinasi agar progres sesuai target,” katanya.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara