FORMAT PALU | Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, menunjukkan empati tinggi terhadap wali murid yang mengalami kesulitan dalam memenuhi perlengkapan sekolah. Tindakan ini membuat para orang tua siswa, terutama yang baru diterima, merasa sangat bersyukur atas kebijakan sekolah.
Salah satu wali murid, yang anaknya baru diterima namun belum mampu membeli seragam, menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama.
Baca juga: Revitalisasi SMPN 12 Sigi Rampung 100 Persen
"Pekerjaan saya hanya padat karya. Untuk beli baju seragam dan olahraga, harus tunggu honor dulu," ungkapnya. Kamis (26/6/2025).
Menanggapi hal itu, Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, menjelaskan bahwa urusan seragam sekolah dikelola oleh koperasi, bukan oleh pihak sekolah.
"Seragam bukan tanggung jawab sekolah, tapi koperasi yang terpisah dari kami. Tapi kalau ada siswa yang kesulitan, kami bantu secara pribadi," ujar Hamka.
Baca juga: RTH Taiganja Jadi “Kandang Terbuka”, Sapi Berkeliaran Ganggu Pengunjung
Pada penerimaan tahun ajaran 2025/2026, SMK Negeri 3 Palu menerima 828 siswa dalam 23 kelas dari total 1.217 pendaftar. Dengan demikian, sekitar 320 siswa tidak tertampung dan diharapkan bisa melanjutkan ke SMK swasta yang kualitasnya juga tidak kalah baik.
"SMK swasta juga bagus, jurusannya sama. Apalagi sekarang didukung program Gubernur Berani Cerdas," tambahnya.
Saat ini, proses pengumuman sudah selesai dan kegiatan siswa baru tengah berlangsung sesuai tahapan.
Baca juga: Revitalisasi Rp1,42 Miliar, SMA Negeri 6 Palu Benahi Fasilitas Sekolah
"Secara keseluruhan penerimaan siswa baru sudah tuntas. Kegiatan awal bagi siswa baru juga berjalan sesuai tahapan," jelas Hamka.
Ia juga menyarankan agar wali murid bisa mencari kebutuhan sekolah melalui koperasi mana saja, termasuk yang tersedia di pasar. (Arif)
Editor : Redaksi