Warga Desa Kedunglengkong Gelar Do'a Bersama di Makam Mbah Sentono Banjarsari

Reporter : Redaksi
Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda dan Warga antusias menghadiri do'a bersama dihalaman makam mbah sentono (foto : mashuri_beritaformat.com)

FORMAT MOJOKERTO | Kompleks pemakaman keramat ‘Mbah Sentono’, sejatinya ialah seorang panglima perang di era Kerajaan Mojopahit yang bernama Tumenggung Sukarto Widjoyono. 

Tumenggung Sukarto Widjoyono merupakan pejuang yang pertama kali ‘Mbabah’ (red_menata) Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu menjadi daerah yang layak mukim. 

Baca juga: Mojokerto Mencekam! 40 Pemotor Diduga Serang Tiga Angkringan

Pada Minggu (1/12/2024), atau setiap awal bulan selalu diadakan rutinan do'a bersama. Kearifan lokal bernuansa Islami itu digelar di hamparan pendopo makam, bermaksud untuk memberikan do'a kebaikan agar sedekah jariyah yang dilakukan oleh warga sekitar, tidak sampai terputus kepada para leluhurnya yang telah tiada. 

Turut hadir dalam acara, Kepala Desa (Kades) Kedunglengkong Asetyo Laksana Aprilia,S.IP., Kapolsek Dlanggu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, pemuda dan warga. 

Baca juga: Sabu 250 Gram, Pil 2.000 Butir Disita, Bos Besar Masih Misteri!

Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Dlanggu menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Kedunglengkong. Dimana, gelaran pemilukada yang baru saja dilaksanakan, tidak muncul gangguan kamtibmas diwilayah Kecamatan Dlanggu khususnya, di Desa Kedunglengkong. 

"Alhamdulillah, hajat pemilukada di Kecamatan Dlanggu berjalan lancar, aman dan terkendali," ungkapnya. 

Baca juga: Tak Punya SIM, Pemotor Tewas Ditabrak Pikap di Puri

Acara yang digelar sejak pagi dengan khataman qur'an hingga menjelang siang, ditutup dengan do'a dan ucapan syukur karena, makam ini hingga kini masih terawat dan semakin baik fasilitasnya. (Mashuri)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Jumat, 16 Okt 2026 18:56 WIB
Jumat, 16 Okt 2026 19:47 WIB
Minggu, 18 Okt 2026 17:38 WIB
Berita Terbaru