LPG Gratis Bolano Lambunu: Turun Sebentar, Diangkut Kembali!
PARIGI MOUTONG || Program LPG 3 kilogram (kg) gratis di Kecamatan Bolano Lambunu menyisakan tanda tanya. Tabung gas yang sempat diturunkan di halaman Kantor Camat pada Senin (26/10/2026) justru kembali dimuat dan diangkut menggunakan kendaraan pickup (bak terbuka).
Kasi Pemerintahan Kecamatan Bolano Lambunu, Ambo, S.H., mengungkapkan bahwa pihak kecamatan tidak menerima pemberitahuan maupun data penerima sebelum LPG diturunkan.
Menurutnya, seorang perempuan hanya datang meminta bantuan agar informasi penyaluran disampaikan kepada sejumlah kepala desa.
"Bagaimana kami menyampaikan sementara selama ini data dari pihak mereka," ungkap Ambo.
Camat Bolano Lambunu, Sodik Hamzah, S.Pd.I., M.Pd., saat dikonfirmasi Sabtu (31/10/2026), mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut karena sedang melakukan monitoring dan evaluasi di desa.
"Saat LPG 3 kg diturunkan sampai dimuat kembali saya tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan lebih dulu. Kalau ingin tahu jelasnya ke Kasi Kesos kecamatan," jelasnya.
Awak media kemudian mencoba menghubungi Kasi Kesos, Rubangi, S.Sos., tetapi belum berhasil memperoleh keterangan.
Hasil penelusuran awak media mengindikasikan sekitar tujuh desa belum menerima bantuan LPG gratis tersebut. Bahkan, sejumlah desa disebut telah menunggu sejak 5 Agustus 2026.
Seorang warga berinisial A mengaku sangat berharap bantuan itu segera disalurkan. Pasalnya, masyarakat masih harus membeli LPG 3 kg dengan harga Rp55.000 hingga Rp65.000 per tabung.
"Gas LPG 3 kg itu sangat kami harapkan. Sementara kami sebagai masyarakat masih membeli dengan harga Rp55 ribu sampai Rp65 ribu per tabung," keluhnya.
Sementara itu, Analis Perdagangan Disperindag Kabupaten Parigi Moutong, Novan Sopyan, S.I.P., yang dikonfirmasi sejak 29 Oktober 2026, sebelumnya menyatakan akan berkoordinasi dengan agen terkait. Namun, hingga Sabtu (31/10/2026), belum ada penjelasan lanjutan.
Upaya menghubungi Fitra, yang disebut sebagai pendamping agen dalam penyaluran sebelumnya, juga belum membuahkan hasil.
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan mendasar, mengapa LPG diturunkan lalu diangkut kembali? Siapa yang bertanggung jawab atas distribusinya, dan kapan bantuan tersebut direalisasikan?
Jangan sampai masyarakat hanya menerima janji program, sementara kepastian distribusinya justru ikut menghilang.
Hingga berita ini diterbitkan, alasan LPG kembali dimuat dan kepastian penyaluran kepada desa yang belum menerima masih menunggu penjelasan resmi pihak terkait.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Disperindag, pihak agen, pendamping distribusi, serta seluruh pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Reporter : Asri
Penyunting : W13D
Kategori : Ekonomi
Sumber : Investigasi
Editor : Redaksi