Rp1,5 Juta Dipertanyakan, Kades Tambu Membisu

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gambar ilustrasi redaksi
Gambar ilustrasi redaksi

DONGGALA || Ketika uang Rp1,5 juta dipertanyakan, jawaban yang muncul justru berbeda, Camat Balaesang membantah menerima, sedangkan Kepala Desa Tambu tak memberikan jawaban hingga tenggat konfirmasi redaksi berakhir.

Persoalan ini bermula dari informasi orang dalam pemerintahan Desa Tambu, mengenai dugaan pemberian uang Rp1,5 juta yang di taruh dalam amplop putih. Pemberian tersebut diduga berkaitan dengan pembagian hasil penjualan pohon kelapa hibah PLN yang disebut diperuntukkan bagi penambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) Tambu.

Redaksi telah mengirimkan surat konfirmasi resmi kepada Kepala Desa Tambu. Namun, sampai batas waktu yang diberikan, tidak ada jawaban ataupun klarifikasi yang diterima redaksi.

Berbeda dengan itu, Camat Balaesang pada, 20 Oktober 1026 melalui pesan singkat menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dalam bentuk apa pun terkait urusan apa pun dari Kepala Desa Tambu. Pernyataan itu disampaikan setelah surat konfirmasi resmi diterimanya.

"Baik, Tabe pak, saya sampaikan bahwa camat balaesang tidak pernah menerima uang sejumlah itu", jawabnya singkat.

Bantahan Camat menjadi bagian dari keterangan yang harus dihormati. Sementara itu, tidak adanya jawaban dari Kepala Desa Tambu tidak dapat otomatis dimaknai sebagai pengakuan atas dugaan tersebut.

Pertanyaan mengenai siapa yang memberikan uang, dari mana sumbernya, apa tujuannya, dan bagaimana hasil penjualan pohon kelapa hibah PLN dicatat serta dipertanggungjawabkan masih memerlukan bukti dan penjelasan yang terverifikasi.

Jika hasil penjualan tersebut ditujukan untuk PADes, transparansi bukan pilihan tambahan, melainkan bagian penting dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa.

Sebab, ketika uang publik dipertanyakan, diam bukanlah jawaban, dan dugaan bukanlah vonis.

Reporter : Asri
Kategori : Peristiwa
Sumber : Investigasi