Revitalisasi Rp1 Miliar SMKN Ampibabo Dikebut, Pagar Sekolah Masih Jadi PR
PARIGI MOUTONG || Program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut menyasar SMK Negeri Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dengan anggaran Rp1.005.367.000, proyek tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang praktik siswa, serta pembangunan ruang praktik baru.
Kepala SMKN Ampibabo, Suprihatin Ngurawan, S.Pd., M.Si., mengatakan pekerjaan yang dimulai pada Agustus 2026 itu menunjukkan progres berbeda antara rehabilitasi dan pembangunan baru.
“Untuk rehabilitasi sudah 89 persen selesai, sedangkan pembangunan ruang praktik siswa kurang lebih 80 persen. Harapannya, akhir November ini semuanya sudah rampung dan bisa digunakan untuk proses belajar mengajar,” kata Suprihatin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi empat ruang kelas, rehabilitasi Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta pembangunan gedung baru RPS Teknik Sepeda Motor (TSM).
Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian ruang. Siswa kelas XII sementara mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), sedangkan tujuh kelas lainnya memanfaatkan ruang sementara, termasuk kantor, perpustakaan, dan bengkel Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).
Di balik pembangunan fisik tersebut, Suprihatin mengungkapkan bahwa gedung RPS TSM yang baru dibangun belum mencakup pengadaan perabot dan peralatan praktik. Pihak sekolah berencana mengajukan permohonan bantuan kepada dinas terkait agar ruangan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau ruangannya sudah ada, tetapi alat praktiknya masih minim, tentu pemanfaatannya belum maksimal. Karena itu, kami masih membutuhkan dukungan untuk melengkapi fasilitas praktik siswa,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam pelaksanaan revitalisasi pendidikan vokasi. Sebab, keberadaan bangunan baru perlu diikuti ketersediaan sarana praktik yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi siswa, agar investasi pendidikan benar-benar mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
Selain fasilitas praktik, Suprihatin menyebut pembangunan pagar sekolah sebagai kebutuhan mendesak. Menurutnya, lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya berpagar membuat hewan ternak milik warga kerap berkeliaran di area sekolah. Kondisi keamanan juga menjadi perhatian karena sejumlah barang milik sekolah dilaporkan sering hilang.
“Yang paling urgen sekarang pagar sekolah. Hewan ternak masyarakat sering berkeliaran, dan dari sisi keamanan barang-barang sekolah juga sering hilang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya orang tua siswa sempat berkontribusi membantu pembangunan pagar, meskipun baru sekitar 1,5 meter pada bagian selatan. Namun, kontribusi tersebut dihentikan setelah adanya kebijakan yang melarang pungutan kepada siswa.
Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pagar, pengadaan peralatan praktik, dan pembangunan mushola.
Revitalisasi SMKN Ampibabo menunjukkan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari progres fisik bangunan semata. Kelengkapan fasilitas, keamanan lingkungan, dan kesiapan ruang untuk mendukung pembelajaran juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Target penyelesaian pada akhir November 2026 masih perlu dibuktikan melalui penyelesaian pekerjaan sesuai spesifikasi, pemeriksaan mutu, dan kesiapan fasilitas untuk digunakan siswa.
Dengan demikian, harapan sekolah bukan sekadar memiliki gedung yang selesai dibangun, melainkan lingkungan pendidikan yang aman, lengkap, dan mampu menunjang praktik kejuruan secara optimal.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi