Revitalisasi SDN 12 Labuan Capai 80 Persen, Kepercayaan Warga Mulai Tumbuh
Program revitalisasi SDN 12 Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, telah mencapai sekitar 80 persen. Perbaikan sarana dan prasarana sekolah tersebut disebut mulai berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah setempat.
Program revitalisasi itu mendapat anggaran sebesar Rp1.094.903.776 dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi empat ruang kelas, pembangunan dua ruang kelas baru, pengadaan 40 set meja dan kursi siswa, penataan lingkungan dengan paving block, serta pembangunan gerbang sekolah.
Kepala SDN 12 Labuan, Winda, S.Pd., mengatakan revitalisasi membawa perubahan terhadap kondisi sekolah yang telah dipimpinnya sekitar delapan tahun.
Menurut Winda, sebelum revitalisasi, jumlah peserta didik baru yang mendaftar relatif rendah, bahkan dalam beberapa tahun hanya berkisar satu hingga empat orang.
“Alhamdulillah, dengan adanya revitalisasi ini, bangunan sudah bagus. Tahun ini saya mendapatkan siswa lima orang,” kata Winda, Senin (7/9/2026).
Ia menilai kondisi fisik sekolah yang semakin baik mulai meningkatkan perhatian dan kepercayaan masyarakat.
“Kalau malam bukan lagi seperti di hutan. Sekarang sudah ada lampu, jadi ada perubahan. Kepercayaan masyarakat juga mulai meningkat,” ujarnya.
Winda menyebut keberadaan sekolah yang berdampingan dengan taman kanak-kanak (TK) juga menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah peserta didik. Sejumlah orang tua siswa TK mulai mempertimbangkan SDN 12 Labuan sebagai sekolah lanjutan bagi anak mereka.
“Wali murid TK sekarang ada yang bertanya, ‘Ibu, kami sekolah di sini saja?’ Jadi tidak perlu lagi jauh-jauh,” tuturnya.
Saat ini, jumlah peserta didik SDN 12 Labuan mencapai 26 orang. Menurut Winda, angka tersebut menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu pendaftar kadang dua, tiga, empat orang, bahkan tahun kemarin hanya satu orang. Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan,” katanya.
Sejumlah ruang kelas yang telah direhabilitasi juga mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, proses pembelajaran masih dilakukan dengan duduk melantai karena meja dan kursi siswa masih dalam proses penyelesaian.
Dengan jumlah 26 siswa, pengadaan 40 set meja dan kursi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran setelah seluruh pekerjaan dan pengadaan selesai.
Winda berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar, kepercayaan masyarakat, serta jumlah peserta didik.
“Harapannya, dengan adanya revitalisasi ini semuanya bisa berubah. Kepercayaan masyarakat semakin meningkat dan sekolah ini bisa terus berkembang,” pungkasnya.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Donggala, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi