Revitalisasi SMP Alkhairaat Bajo Berjalan 27 Persen
Program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya peserta didik di SMP Alkhairaat Bajo, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Program revitalisasi tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp469 juta dengan sejumlah item pekerjaan. Berdasarkan keterangan panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP), hingga 7 September 2026 progres pekerjaan telah mencapai sekitar 27 persen.
Ketua P2SP SMP Alkhairaat Bajo, Suryono, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan program tersebut membutuhkan pengelolaan dan koordinasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, panitia berupaya menerapkan strategi manajemen konstruksi dalam proses pembangunan, termasuk mengawal pelaksanaan pekerjaan agar dapat memberikan manfaat bagi satuan pendidikan.
“Tidak mudah bagi kami sebagai panitia atau tim manajemen proyek. Karena itu, diperlukan strategi manajemen konstruksi yang efektif agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Suryono, Senin (7/9/2026).
Sementara itu, Kepala SMP Alkhairaat Bajo, Amirudin, S.Pd., mengatakan pihak sekolah memiliki tanggung jawab penting dalam pelaksanaan program revitalisasi, terutama karena skema bantuan tersebut dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat.
Ia menilai keterlibatan sekolah dan masyarakat diperlukan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran.
“Sebagai kepala sekolah, saya mempunyai tanggung jawab yang sangat krusial. Pelaksanaan secara swakelola harus dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat,” kata Amirudin.
Menurut Amirudin, asas manfaat menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan revitalisasi. Sarana dan prasarana yang diperbaiki maupun dibangun diharapkan dapat mengoptimalkan kembali fungsi fasilitas pendidikan.
Ia menegaskan pihak sekolah berkomitmen menjalankan program secara terbuka dan akuntabel sehingga fasilitas pendidikan yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Harapannya, program revitalisasi ini dapat menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak,” ujarnya.
Program revitalisasi satuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dalam pelaksanaannya, transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran tetap menjadi bagian penting agar program yang bersumber dari APBN tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Reporter : Asri
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi