Revitalisasi SMA Negeri 9 Sigi Telan Rp718 Juta, Fasilitas Sekolah Bertahap Dibenahi
Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus berjalan. Salah satu penerima program tersebut adalah SMA Negeri 9 Sigi di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan di lokasi, program revitalisasi tersebut memiliki nilai Rp718 juta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), mulai 29 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.
Kepala SMA Negeri 9 Sigi, Asrida, M.Pd., mengatakan revitalisasi mencakup rehabilitasi perpustakaan, dua ruang kelas, toilet, serta pembangunan satu ruang kelas baru.
“Alhamdulillah kami bersyukur atas bantuan revitalisasi masuk tanggap bencana, minimal sudah bisa memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi siswa. Memang kondisi sekolah masih ada beberapa yang membutuhkan perbaikan lanjutan,” kata Asrida, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, keterbatasan ruang kelas selama ini membuat laboratorium biologi harus difungsikan sebagai ruang pembelajaran. Dengan pembangunan satu ruang kelas baru, laboratorium tersebut diharapkan dapat kembali digunakan sesuai fungsinya.
Namun, Asrida menyebut masih terdapat dua ruang kelas yang kondisinya cukup parah sehingga dinilai tidak memungkinkan untuk direhabilitasi.
“Dua ruang kelas itu kondisinya sangat parah. Tidak bisa lagi direhab, tetapi harus dibongkar untuk penghapusan aset, kemudian kami usulkan pembangunan baru,” ujarnya.
Selain ruang kelas, sejumlah fasilitas penunjang sekolah juga masih belum tersedia secara memadai. Di antaranya ruang UKS, BK, OSIS, serta ruang administrasi, termasuk ruang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.
Bahkan, kata Asrida, ruang kepala sekolah saat ini masih menggunakan ruangan yang disekat menggunakan lemari.
“Untuk ruang kepala sekolah saja kita numpang dengan disekat lemari,” katanya.
Asrida mengapresiasi program revitalisasi tersebut karena dinilai membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan siswa dalam proses pembelajaran.
Ia berharap pemerintah dapat melanjutkan pembenahan fasilitas sekolah secara bertahap, khususnya terhadap sarana dan prasarana yang belum tersentuh program revitalisasi.
Program berjalan, kebutuhan belum selesai. Revitalisasi tahun ini menjadi langkah perbaikan bagi SMA Negeri 9 Sigi, namun masih menyisakan pekerjaan rumah berupa pembenahan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi