KKB Sandera 9 Perempuan di Jila, Seorang Ibu Tewas Ditembak
Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sebanyak 9 perempuan, termasuk anak-anak dan remaja, dilaporkan disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) setelah dipaksa masuk ke dalam hutan pada Selasa (18/8/2026).
Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Neregingget Magai (48) dilaporkan tewas ditembak setelah menolak dibawa pelaku. Sementara anaknya, IA, disebut dilempar ke dalam jurang hingga mengalami patah kaki.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak membenarkan adanya laporan mengenai aksi kekerasan tersebut. Menurut keterangan kepolisian, semula terdapat 11 perempuan yang hendak dibawa paksa ke dalam hutan. Dua di antaranya melakukan perlawanan.
"Sembilan perempuan lainnya kemudian dibawa kabur. Korban terdiri atas pelajar dan remaja, termasuk seorang perempuan yang dilaporkan sedang hamil muda," jelas AKBP Alfredo. Rabu (19/8/2026).
Atas pertimbangan perlindungan terhadap korban, khususnya anak dan korban kekerasan, identitas lengkap para korban tidak perlu dipublikasikan.
Mendapat laporan tersebut, Polres Mimika bergerak melakukan pengejaran. Satu regu personel Batalyon B Brimob Mimika diterjunkan menggunakan helikopter untuk memperkuat pengamanan sekaligus memburu para pelaku.
"Kondisi geografis Jila menjadi tantangan tersendiri. Wilayah tersebut diketahui memiliki akses yang terbatas dan untuk menuju lokasi harus ditempuh melalui jalur udara", terang AKBP Alfredo.
Kepolisian menduga aksi tersebut dilakukan sekitar 15 orang anggota kelompok bersenjata. Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan kelompok tersebut dengan penyerangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia pada 17 Agustus 2026, yang sebelumnya dilaporkan mengakibatkan seorang prajurit TNI gugur.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak menegaskan, "aparat telah mengambil langkah untuk mengejar kelompok bersenjata tersebut dan memperkuat pengamanan di wilayah Jila", pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak menjadi pihak yang paling rentan ketika kekerasan bersenjata terus terjadi. Hutan seharusnya menjadi tempat mencari kehidupan, bukan tempat manusia dipaksa menghilang di bawah ancaman senjata.
Kontributor : Moses
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Lokasi : Mimika, Papua Tengah
Sumber : Penmas Polres Mimika
Editor : Redaksi