Saat Visi Maju Bergema, Masih Ada Warga Tinggal di Bekas Kandang Ayam

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Potret : Hidup belasan tahun di bekas kandang ayam tanpa bantuan pemerintah (foto : heri_beritaformat)
Potret : Hidup belasan tahun di bekas kandang ayam tanpa bantuan pemerintah (foto : heri_beritaformat)

Di tengah semangat pembangunan menuju "Parigi Moutong Maju, Mandiri, Berkelanjutan melalui Gerbang Desa", masih tersisa ironi yang sulit diabaikan. Seorang warga Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, telah lebih dari satu dekade bertahan hidup di bangunan bekas kandang ayam yang disulap menjadi tempat tinggal.

Fakta tersebut ditemukan tim awak media saat melakukan penelusuran lapangan, Kamis (6/8/2026). Bangunan sederhana itu dihuni Ibu Siti Sutini bersama suaminya, Paimin, sejak 2014 setelah dihibahkan oleh adik kandungnya, Muhamad Ridwan, karena prihatin dengan kondisi ekonomi keluarga. Bangunan berdiri di atas tanah warisan keluarga.

Kondisi rumah masih jauh dari kategori layak huni. Dinding dan konstruksi bangunan sangat sederhana, sementara fasilitas sanitasi nyaris tidak tersedia. Untuk mandi, mencuci, dan buang air, keluarga ini masih memanfaatkan saluran air kecil di samping rumah sebagai jamban darurat.

Di balik keterbatasan itu, Paimin menggantungkan hidup sebagai penggembala sapi milik orang lain dengan sistem bagi hasil berupa anak sapi. Ia juga mencari rumput pakan ternak untuk dijual sekitar Rp25 ribu per karung. Penghasilan yang tidak menentu membuat pasangan tersebut belum mampu memperbaiki rumah ataupun membangun sanitasi yang layak.

"Saya hanya berharap ada perhatian dari pemerintah. Kalau memang memenuhi syarat, semoga kami bisa mendapatkan bantuan bedah rumah agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak," ujar Ibu Siti Sutini.

Kisah ini menjadi potret bahwa masih terdapat warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di tengah visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat, pemerataan infrastruktur, serta program unggulan Sejahtera Bersama dan Lancar Bersama, kondisi keluarga Ibu Siti menjadi pengingat bahwa pembangunan akan lebih bermakna ketika mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan dapat melakukan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila memenuhi persyaratan program bantuan rumah layak huni, keluarga tersebut diharapkan dapat memperoleh dukungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan merata.

Reporter : Heri
Penyunting : W13D
Kategori : Ekonomi
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan