24 Jam Lebih, Api Pabrik Sepatu Belum Jinak; Ekskavator Turun Bongkar Reruntuhan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Excavator dari BPBD Kab. Mojokerto di kerahkan untuk mengurai bara api yang masih berpotensi lebaran lanjutan (foto : clara_beritaformat)
Excavator dari BPBD Kab. Mojokerto di kerahkan untuk mengurai bara api yang masih berpotensi lebaran lanjutan (foto : clara_beritaformat)

MOJOKERTO || Api yang melanda pabrik pengolahan sepatu PT Esa Kalen Jaya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, belum sepenuhnya jinak. Lebih dari 24 jam setelah kebakaran pertama kali muncul, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pembasahan hingga Jumat (18/9/2026).

Kobaran api yang melahap area pabrik bahkan membuat sejumlah bagian bangunan ambruk. Kondisi tersebut menyisakan pekerjaan tambahan bagi petugas: bukan hanya memadamkan api, tetapi juga membongkar reruntuhan untuk membuka jalan menuju titik-titik api yang tersembunyi.

Satu unit alat berat jenis ekskavator akhirnya dikerahkan untuk mengurai material bangunan yang runtuh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Ir.Rinaldi Rizal Sabirin, S.T., M.BA., mengatakan area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi dan mayoritas merupakan gudang penyimpanan bahan baku produksi sepatu.

Material seperti spons, karet, kardus dan bahan pendukung produksi lainnya yang mudah terbakar menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

“Kemarin (red_Kamis) sore bangunan gedung yang terbakar ini rubuh rangka atapnya. Sehingga titik apinya tertutup reruntuhan bangunan. Ini menyulitkan kami, jadi ini tadi dikerahkan 1 unit alat berat ekscavator untuk mengurai runtuhan atap dan bangunan,” kata Rinaldi, Jumat (18/9/2026) siang.

Reruntuhan bangunan membuat titik api tak lagi terlihat secara terbuka. Asap yang masih mengepul menjadi penanda bahwa persoalan belum benar-benar berakhir.

Dengan kata lain, api boleh tak lagi setinggi kemarin, tetapi bara di balik reruntuhan belum mau menyerah.

Komandan Pos 1 Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, mengatakan jumlah armada yang bertahan di lokasi pada hari kedua telah berkurang dibandingkan saat penanganan awal.

“Yang masih bertahan sampai sore ini tersisa 3 unit dari BPBD Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya sampai 7 unit mobil pemadam kebakaran,” kata Sukamto.

Tiga unit armada tersebut masih melakukan pembasahan di sejumlah titik, sementara ekskavator membantu mengurai bangunan yang ambruk agar petugas dapat menjangkau bagian yang masih mengeluarkan asap.

Petugas berharap proses pemadaman dapat segera dituntaskan.

“Kita berdoa saja, tidak sampai petang api sudah bisa dipadamkan total. Sisa pembasahan sama diurai dengan ekscavator,” pungkasnya.

Hingga Jumat sore, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Belum ada kesimpulan mengenai penyebab kebakaran maupun nilai kerugian dalam keterangan yang disampaikan BPBD tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah kobaran besar mereda, pekerjaan petugas belum otomatis selesai. Api yang terlihat mungkin sudah jinak, tetapi bara yang bersembunyi di bawah reruntuhan justru menjadi pekerjaan berikutnya.

Kontributor : Clara
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Sumber : Liputan