Prasasti Candi Sanggar Diangkat Jadi Karya Musik "Mantra Pananjakan"

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Prasasti Batu Candi Sanggar Pananjakan (foto : yudha_beritaformat)
Prasasti Batu Candi Sanggar Pananjakan (foto : yudha_beritaformat)

Sebuah prasasti batu dari Candi Sanggar, Pananjakan, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, yang diperkirakan berasal dari 1267 Saka (1345 Masehi), diangkat menjadi karya musik bertajuk "Mantra Pananjakan". Karya ini merupakan hasil interpretasi terhadap simbol dan aksara pada prasasti yang dikaitkan dengan tradisi musikal serta spiritual masyarakat Tengger kuno.

Dalam interpretasi tersebut, susunan simbol pada bagian atas prasasti dibaca sebagai pola notasi berisi delapan nada yang menyerupai sistem balungan laras pelog/slendro, sedangkan baris bawah beraksara Kawi dibaca sebagai mantra bertema asal mula kehidupan.

Menurut penggagas karya, mantra tersebut diduga pernah dilantunkan dalam ritual keagamaan oleh pemimpin spiritual masyarakat Tengger dengan iringan pola nada yang ditafsirkan dari prasasti. Karya "Mantra Pananjakan" menjadi upaya menghidupkan kembali warisan budaya melalui pendekatan seni musik kontemporer.

Meski demikian, interpretasi terhadap notasi maupun makna prasasti tersebut masih memerlukan kajian akademik dan verifikasi lebih lanjut dari ahli epigrafi, arkeologi, musikologi, serta sejarah untuk memastikan kesesuaiannya dengan data ilmiah yang tersedia.

Karya ini diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap peninggalan sejarah dan budaya Tengger tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dalam menafsirkan artefak sejarah, sebagaimana semangat penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers.

Reporter : Yudha
Penyunting : W13D
Kategori : Daerah
Lokasi : Pasuruan, Jawa Timur
Sumber : Jejak Sejarah