Guru SMA Negeri 3 Balaesang Didorong Terapkan “Deep Learning” dalam Pembelajaran
Selasa, 14 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Donggala, Sulawesi Tengah | Kategori; Pendidikan | Penulis; Asri
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik di era pembelajaran abad ke-21, SMA Negeri 3 Balaesang menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Konsep dan Implementasi Pendekatan Deep Learning”, Senin (14/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang dewan guru ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Amir, S.Pd., M.Pd. dan I Komang Agus Birawantara, S.Pd., M.Pd., Gr., yang merupakan Fasilitator Pembelajaran Mendalam jenjang SMA/SMK.
Melalui pelatihan ini, para guru dibimbing memahami dan menerapkan konsep deep learning — pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, reflektif, dan kreatif dalam memecahkan masalah.
---
Aristo: Guru Harus Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat
Kepala SMA Negeri 3 Balaesang, Aristo, S.Pd., M.Pd., Gr., dalam sambutannya menegaskan bahwa IHT ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya belajar di kalangan guru.
> “Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembelajar. Melalui IHT ini, saya berharap seluruh guru dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mampu menuntun siswa menuju pembelajaran yang bermakna dan mendalam,” ujar Aristo.
Ia menambahkan, perubahan paradigma pendidikan saat ini menuntut penerapan student-centered learning agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
> “Inilah arah baru pendidikan yang kita tuju, mencetak generasi yang tidak sekadar cerdas kognitif, tetapi juga reflektif dan adaptif,” tegasnya.
---
Faizal: IHT Harus Jadi Langkah Nyata Perubahan Pembelajaran
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Moh. Faizal A.M. Hadjri, S.Pd., Gr., menekankan bahwa pelatihan ini harus menjadi langkah awal perubahan nyata di ruang kelas.
> “Saya berharap setelah IHT ini, setiap guru dapat menyusun rencana pembelajaran yang menuntun siswa berpikir mendalam, mengajukan pertanyaan kritis, dan menemukan solusi kreatif terhadap masalah kontekstual,” katanya.
Menurut Faizal, pendekatan deep learning adalah inti dari implementasi Kurikulum Merdeka, di mana guru dituntut menciptakan pembelajaran berbasis eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi.
> “Kurikulum Merdeka bukan sekadar mengganti format, tetapi mengubah cara pandang kita terhadap makna belajar,” tambahnya.
---
Narasumber Tekankan Peran Guru sebagai Fasilitator
Dalam sesi materi, Amir, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa deep learning mendorong siswa untuk menemukan dan mengonstruksi pengetahuan mereka sendiri.
> “Guru perlu menjadi fasilitator, bukan pusat informasi. Dengan begitu, siswa akan belajar dengan kesadaran dan makna,” paparnya.
Sementara itu, I Komang Agus Birawantara, S.Pd., M.Pd., Gr., mencontohkan penerapan deep learning melalui Project-Based Learning.
> “Dengan memberi ruang bagi siswa untuk bereksperimen, berdiskusi, dan merefleksi, pembelajaran akan menjadi lebih hidup dan berkesan. Kita sedang menyiapkan generasi yang mampu berpikir mendalam, bukan sekadar menghafal,” tuturnya.
---
Guru Antusias, Pelatihan Dinilai Buka Wawasan Baru
Kegiatan IHT berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para guru aktif berdiskusi serta mempraktikkan penyusunan rancangan pembelajaran berbasis deep learning.
Salah satu peserta, Nur Ima, S.E., menyampaikan kesan positifnya.
> “Selama ini kita fokus pada penyampaian materi. Tapi melalui IHT ini saya sadar bahwa yang lebih penting adalah membantu siswa berpikir dan menemukan makna dari pembelajaran itu sendiri,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi antar guru.
> “Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, kami bisa saling belajar tentang strategi mengajar y
Editor : Redaksi