Kejari Parimo Usut Dugaan Potongan PIP SMK SPP Muhammadiyah Siney

Reporter : Redaksi
Ilustrasi redaksi

Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK SPP Muhammadiyah Siney, Kabupaten Parigimoutong, kini ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigimoutong.

Dugaan tersebut mencuat berdasarkan aduan masyarakat Desa Siney yang menyebut adanya potongan dana PIP dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp400 ribu terhadap sejumlah siswa penerima bantuan.

Baca juga: Kejati Sulteng Bekali Pemda Sigi Mitigasi Risiko Hukum Addendum Kontrak

Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian aparat penegak hukum. Kejari Parigimoutong melalui Seksi Intelijen telah melakukan klarifikasi awal kepada pihak SMK SPP Muhammadiyah Siney terkait penyaluran dana PIP.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Parigimoutong, Rony Hotman Gunawan, S.H., saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Sabtu (8/8/2026), membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan tahap klarifikasi.

“Kami dari Kejari lewat Kasi Intel sudah melakukan tahap klarifikasi ke pihak sekolah SMK SPP Muhammadiyah Siney untuk data PIP. Sudah diberikan beberapa data kepada kami, tetapi belum lengkap atau belum semua diberikan,” ujar Rony.

Menurutnya, proses klarifikasi masih berjalan. Kejari Parigimoutong selanjutnya berencana meminta keterangan langsung dari para siswa yang tercatat sebagai penerima PIP.

“Kami akan menjadwalkan mengundang para murid, semua penerima PIP,” katanya.

Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan bagaimana mekanisme pencairan dan penyaluran dana PIP kepada siswa, termasuk ada atau tidaknya potongan sebagaimana yang diadukan masyarakat.

Baca juga: SMAN 1 Sindue Tombusabora: Merdeka untuk Belajar, Berkarya dan Mengabdi

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Edy Akas, saat ditemui wartawan pada Jum'at (7/8/2026), mengaku baru mengetahui adanya informasi mengenai dugaan pemotongan dana PIP di sekolah tersebut.

Edy menyampaikan agar informasi terkait dugaan tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah. Ia juga menyatakan akan mencari tahu terlebih dahulu mengenai persoalan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Edy kemudian meninggalkan wartawan karena hendak mengikuti pertemuan melalui Zoom.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak SMK SPP Muhammadiyah Siney mengenai dugaan pemotongan tersebut maupun penjelasan mengenai penggunaan atau penyaluran dana PIP kepada para siswa.

Baca juga: Rumah Ludes Saat Pemilik ke Masjid, Tiga Anak Selamat dari Kobaran Api

Redaksi akan terus mengikuti perkembangan proses klarifikasi Kejari Parigimoutong dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak sekolah maupun pihak lain yang berkaitan dengan pemberitaan ini.

Reporter : Asri
Penyunting : W13D
Kategori : Hukum
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Wawancara

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru