Surabaya Berduka, Prof Johan Silas Tinggalkan Warisan Besar bagi Tata Kota Indonesia

Reporter : Redaksi
Martin Tokan sekeluarga (foto : harno_beritaformat)

Kepergian tokoh arsitektur dan pakar tata kota Indonesia, Prof. Ir. Johan Silas, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Surabaya. Penghormatan terakhir kepada almarhum digelar sebelum jenazah diberangkatkan ke krematorium di kawasan Keputih, Surabaya.

Praktisi hukum Martin Tokan, S.H., M.H., yang turut hadir dalam prosesi tersebut mengaku sangat kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan dan pemberi nasihat dalam perjalanan hidupnya.

Baca juga: PDI Perjuangan Mojokerto Gelar Seresehan Kebangsaan, Perkuat Silaturahmi dan Nilai Pancasila

“Prof. Johan Silas merupakan bapak angkat yang selalu memberikan nasihat hingga saya bisa berada pada titik saat ini sebagai seorang pengacara,” ujar Martin.

Menurutnya, Prof. Johan Silas bukan hanya dikenal sebagai akademisi dan arsitek ternama, tetapi juga ilmuwan yang memiliki pengaruh besar dalam pembangunan Kota Surabaya. Pemikirannya menempatkan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan kota yang berkelanjutan.

Profesor Johan Silas, akademisi legendaris dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dikenal luas melalui konsep pembangunan kota yang berpihak kepada masyarakat kecil. Dedikasinya di bidang permukiman dan tata kota mengantarkannya meraih penghargaan internasional bergengsi, UN-Habitat Scroll of Honour Award pada 2005.

Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang

Salah satu warisan penting yang lahir dari pemikirannya adalah konsep Rumah Susun Sombo (Rusunawa), yang menjadi solusi penataan kawasan permukiman perkotaan sekaligus menjawab tantangan urbanisasi di Surabaya. Gagasan tersebut dinilai berhasil menghadirkan hunian yang layak, aman, tertib, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Martin menilai, keteladanan Prof. Johan Silas tidak hanya terlihat dari kecerdasan akademiknya, tetapi juga dari sikap humanis, kesederhanaan hidup, serta kemampuannya menjembatani berbagai perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Berpulanglah dengan tenang ke rumah Bapa di surga. Teladan, pengabdian, dan kasih beliau untuk bangsa akan selalu dikenang. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan bagi keluarga besar yang ditinggalkan,” ungkap Martin. Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034

Kepergian Prof. Johan Silas menjadi kehilangan besar bagi dunia arsitektur, akademisi, dan masyarakat Surabaya. Namun, gagasan serta karya-karyanya akan terus hidup dan menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kota Pahlawan serta Indonesia di masa mendatang.

Reporter: Harno
Penyunting: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Surabaya, Jawa Timur
Sumber: Liputan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru