SPMB SMAN 2 Tolitoli Belum Capai Kuota, Sekolah Bantu Pendaftaran Online Calon Siswa

Reporter : Redaksi
Panitia siap membantu orang tua siswa-siswi yang putra putrinya belum mendaftar melalui SPMB (foto : agus_beritaformat)

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 2 Tolitoli masih dibuka hingga pertengahan Juni 2026. Untuk mempermudah proses pendaftaran, sekolah menyiapkan empat operator yang membantu calon peserta didik melakukan pendaftaran secara langsung di sekolah.

Ketua Panitia SPMB SMAN 2 Tolitoli, Muhlis S.Pd, mengatakan sekolah menargetkan menerima 288 siswa yang akan ditematkan dalam delapan rombongan belajar. Namun hingga saat ini jumlah pendaftar yang masuk dalam aplikasi baru mencapai 207 siswa, sementara sekitar 250 calon siswa telah mengambil formulir pendaftaran.

Baca juga: BUMDes Gunung Sari ‘Menghilang Tanpa Kabar’, Warga Pertanyakan Nasib Modal dan Pengurus

Menurut Muhlis, kuota yang tersedia sulit terpenuhi jika hanya mengandalkan lulusan dari wilayah zonasi SMAN 2 Tolitoli yang mencakup dua kelurahan dan lima desa dengan lima sekolah pendukung. Bahkan jika seluruh lulusan dari sekolah penyangga memilih SMAN 2 Tolitoli, jumlahnya tetap belum mampu memenuhi kuota 288 siswa.

“Jumlah lulusan dari lima sekolah pendukung jika diakumulasi tidak mencukupi kuota yang tersedia. Apalagi dalam praktiknya tidak semua siswa memilih melanjutkan ke SMAN 2 Tolitoli,” ujar Muhlis, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, penerimaan siswa dilakukan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Selain dari wilayah zonasi, sekolah juga menerima pendaftar dari Pulau Simatang dan wilayah Ogodeide.

Muhlis mengungkapkan, banyak orang tua calon siswa mengeluhkan proses pendaftaran online yang dinilai cukup rumit. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan akses informasi serta kesibukan sebagian besar orang tua yang berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Baca juga: Hujan Deras Bawa Material Kayu dan Batu, Gerus Rabat Jalan Trans Sulawesi di Talaga

Sebagai solusi, panitia menyediakan layanan pendampingan dan membantu seluruh proses penginputan data ke sistem SPMB. Orang tua cukup datang ke sekolah membawa berkas persyaratan, sementara operator akan membantu memilih jalur pendaftaran dan memasukkan data secara daring.

“Banyak orang tua yang belum memahami sistem pendaftaran online. Karena itu kami membentuk grup informasi dan menyiapkan operator agar calon siswa lebih mudah mendaftar,” jelasnya.

Hingga saat ini, SMAN 2 Tolitoli masih kekurangan sekitar 70 siswa untuk memenuhi kuota yang tersedia. Panitia berharap jumlah pendaftar terus bertambah hingga masa pendaftaran berakhir. Sekolah juga tetap membuka layanan pendaftaran secara offline bagi calon siswa yang belum terakomodasi di sekolah lain.

Baca juga: Mahasiswa Hukum Soroti Asas Praduga Tak Bersalah dalam Pemberitaan PETI Parimo

“Jika setelah pengumuman masih ada siswa yang belum tertampung dan kuota kami belum terpenuhi, maka tetap akan kami layani. Yang terpenting kuota sekolah bisa terpenuhi dan masyarakat tetap mendapatkan akses pendidikan,” pungkas Muhlis.

Reporter: Agus
Penyunting: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Toli-toli, Sulawesi Tengah
Sumber: Liputan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru