Proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I) kewenangan Provinsi Sulawesi Tengah yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu terus berjalan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
Salah satu lokasi pelaksanaan berada di D.I Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP). Paket pekerjaan meliputi perbaikan pasangan batu, pintu air, galian, timbunan sirtu, serta pembangunan jalan inspeksi irigasi.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kepala Desa Kamarora, A.Fanny Chosby, menyatakan proyek tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani di Desa Kamarora A dan Desa Sopu yang berbagi hamparan persawahan seluas kurang lebih 200 hektar.
“Kami sangat bersyukur atas rehabilitasi saluran irigasi dan pembangunan jalan inspeksi sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 3 meter. Akses ini sangat membantu petani,” ujar Fanny, Sabtu (27/12/21025).
Ia menjelaskan, sebelum adanya jalan inspeksi, petani harus mengangkut pupuk dan hasil pertanian dengan cara dipikul sejauh ratusan meter.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
“Dulu masyarakat harus memikul pupuk sampai sekitar 500 meter. Sekarang, setelah jalan inspeksi dibangun, jaraknya tinggal sekitar 200 meter karena akses sudah bagus,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan, rehabilitasi saluran irigasi juga dilakukan sepanjang kurang lebih 50 meter. Namun, kondisi lapangan sempat menjadi kendala karena akses menuju lokasi sulit dan sebagian lahan persawahan belum memasuki masa panen.
“Material harus dilangsir, sementara petani belum panen dan akses jalan belum memadai. Karena itu dilakukan pertemuan bersama BWS, PU Sigi, pelaksana, dan pengamat irigasi,” ungkap Fanny.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Dalam pertemuan tersebut, kata Fanny, disepakati pembangunan jalan inspeksi didahulukan demi menjangkau area layanan yang lebih luas dan menunjang aktivitas pertanian.
Meski demikian, ia berharap ke depan pemerintah tetap memberi perhatian pada rehabilitasi saluran irigasi yang terdampak penimbunan.
“Kami masih sangat berharap ada bantuan lanjutan untuk saluran irigasi, karena sebelumnya ada jalur air yang tertimbun saat pembangunan jalan. Mudah-mudahan ke depan masih ada perhatian untuk rehabilitasi irigasi di Kamarora A,” tutupnya.
Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi