4 Hektare Lahan Kelapa di Sejoli Terbakar, 43 Pohon Hangus

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Anggota Yonif TP 918/MM melakukan perendaman lokasi agar titik api benar-benar padam (foto : asri_beritaformat)
Anggota Yonif TP 918/MM melakukan perendaman lokasi agar titik api benar-benar padam (foto : asri_beritaformat)

Kebakaran melanda lahan perkebunan kelapa milik masyarakat di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (9/9/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.00 WITA setelah warga yang melintas melihat titik api di area perkebunan milik Uut (49), warga Desa Sejoli. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 500 meter dari permukiman masyarakat.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat Desa Sejoli. Sekitar pukul 13.25 WITA, personel Yonif TP 918/MM bersama aparat desa dan masyarakat tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual, termasuk tangki penyemprot air gendong.

Sekitar pukul 14.10 WITA, api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala dan meluas.

Proses pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WITA. Berdasarkan laporan, kondisi bara api di sejumlah titik telah dipastikan padam.

Saksi kejadian, Moch Noer Pagotja (51), warga Dusun I Desa Sejoli, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Ia menyebut kebakaran diketahui setelah muncul titik api di area perkebunan masyarakat dan kemudian dilaporkan kepada aparat desa untuk segera dilakukan penanganan.

“Api terlihat di area lahan perkebunan dan kemudian warga menyampaikan informasi kepada aparat desa agar segera dilakukan pemadaman,” demikian keterangan saksi dalam laporan kejadian.

Kebakaran menghanguskan lahan sekitar 4 hektare, termasuk sedikitnya 43 pohon kelapa. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Sebanyak 150 personel Yonif TP 918/MM, 8 personel Damkar Kecamatan Moutong, serta sekitar 80 masyarakat Desa Sejoli terlibat dalam upaya pemadaman dan pendinginan.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Dugaan sementara dari masyarakat sekitar menyebut api kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Komandan Yonif TP 918/MM, Mayor Inf. Angga Singgih Lestiawan, S.S.T.Han., S.I.P., M.I.P., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Masyarakat kami imbau tidak membuang puntung rokok atau benda yang dapat memicu api secara sembarangan. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditangani sebelum meluas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan, mengingat lokasi perkebunan yang terbakar berada tidak jauh dari permukiman.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran lahan tidak hanya bergantung pada petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sejak munculnya tanda-tanda awal kebakaran.

Reporter : Asri
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Yonif TP 918/MM