Program revitalisasi satuan pendidikan mulai memberikan harapan baru bagi SD Negeri Kecil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Sekolah yang berada di wilayah terpencil tersebut mendapat bantuan pemerintah senilai Rp1.148.907.609 untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dan penataan sejumlah fasilitas sekolah, antara lain gedung kelas, ruang administrasi, toilet, rehabilitasi rumah dinas, pagar sekolah, serta pengecoran halaman.
Baca juga: Sama Bahari Lawan Narkoba, Cegah Stunting
Berdasarkan pemantauan media ini pada Kamis (10/9/2026), progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 40 persen lebih.
Kepala SD Negeri Kecil Bainaa Barat, Rinto Ambotua, S.Pd., mengatakan program revitalisasi tersebut sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan, terutama bagi peserta didik di wilayah terpencil.
Menurut Rinto, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat. Ia menyebut pelaksanaan pembangunan sejauh ini berjalan lancar dan mengikuti standar serta ketentuan yang menjadi dasar program.
“Revitalisasi ini sangat membantu kami dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga asas manfaatnya dapat dirasakan anak didik dan masyarakat sekitar. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kami berharap terus sesuai dengan perencanaan,” ujar Rinto.
Rinto mengungkapkan, akses menuju sekolah selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya maupun para guru. Selama kurang lebih enam tahun mengabdi, ia harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer dari rumah menuju sekolah dengan kendaraan roda dua, melewati kawasan pegunungan dan menyeberangi sungai.
Kondisi tersebut menjadi semakin sulit ketika debit sungai meningkat akibat hujan. Namun, kondisi geografis tersebut tidak menyurutkan komitmen para guru untuk tetap menjalankan tugas pendidikan.
Baca juga: Revitalisasi Sekolah Donggala Disorot: APD Diabaikan, Papan Informasi Tak Terpasang
“Walaupun masih harus menyeberangi sungai dan kondisi jalan cukup terjal, itu bukan kendala bagi kami. Pengabdian dan tanggung jawab kepada anak-anak tetap kami jalankan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran program revitalisasi menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap sekolah yang berada di daerah terpencil.
Ia berharap pembangunan dapat menghasilkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan representatif sehingga mampu meningkatkan motivasi guru maupun peserta didik dalam proses belajar mengajar.
“Dengan fasilitas sekolah yang lebih baik dan layak, kami berharap proses pembelajaran dapat berlangsung nyaman, aman dan efektif. Semoga pembangunan berjalan lancar, tepat waktu dan hasilnya dapat dimanfaatkan seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Baca juga: 4 Hektare Lahan Kelapa di Sejoli Terbakar, 43 Pohon Hangus
Rinto juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, pihak terkait, masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Khusus bagi kami yang berada di daerah terpencil, pembangunan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang sangat berarti. Ketika fasilitas semakin baik, kami berharap semangat belajar peserta didik juga semakin meningkat,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah pembangunan selesai, seluruh fasilitas diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pelayanan kepada peserta didik.
Reporter : Asri
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi