Isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan struktural menjadi sorotan dalam Tapal Kuda Youth Summit 2026 yang digelar di Aula Utama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Selasa (8/9/2026).
Mengusung tema “Menakar Keadilan: Respon Kritis & Peran Strategis Generasi Muda NU terhadap Isu Pelanggaran HAM di Indonesia”, forum tersebut mempertemukan Aliansi BEM Pasuruan Raya, BEM PTNU Jawa Timur, organisasi kepemudaan, Banom serta berbagai elemen NU Pasuruan Raya.
Baca juga: 19 RT Ramaikan Talok Culture Carnival 2026
Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menegaskan mahasiswa dan pemuda tidak boleh berhenti pada diskusi teoretis. Mereka harus hadir mengawal kebijakan publik dan ketimpangan yang terjadi di masyarakat.
Menurut Ubaidillah, tantangan generasi muda mencakup ketimpangan ekologis, perampasan ruang sipil hingga kasus-kasus struktural yang penyelesaian hukumnya dinilai masih mandek.
“Kita harus berani menuntut akuntabilitas di setiap lini pemerintahan agar keadilan tidak hanya menjadi milik mereka yang berkuasa,” tegas Ubaidillah.
Ia juga menyoroti kasus dugaan penganiayaan oleh oknum aparat terhadap warga sipil yang baru-baru ini terjadi di wilayah Pasuruan. Ubaidillah mendesak kasus tersebut diusut tuntas, transparan dan tidak dibiarkan menguap.
Ia menilai advokasi ke depan harus dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari kajian dokumen perencanaan daerah, kebijakan anggaran, diplomasi hingga aksi langsung di lapangan.
Baca juga: Semeru Erupsi, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter
Senada, Koordinator Daerah Tapal Kuda BEM PTNU Jawa Timur, Mudassir, menilai konsolidasi lintas kampus dan organisasi diperlukan agar gerakan mahasiswa memiliki daya tawar lebih kuat dalam merespons persoalan kerakyatan.
“Generasi muda NU dan kelompok pergerakan di wilayah Tapal Kuda harus menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam merespons isu HAM secara reaktif, tetapi juga memetakan secara proaktif potensi pelanggaran hak-hak masyarakat sipil,” ujar Mudassir.
Tapal Kuda Youth Summit 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh, di antaranya perwakilan pimpinan UNU Pasuruan, Tenaga Ahli Kementerian HAM Feri Malik Kusuma, S.H. secara daring, jajaran KPU Jawa Timur serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Desa Dlanggu
Forum tersebut diharapkan melahirkan resolusi bersama sebagai pedoman advokasi di wilayah Tapal Kuda dan memperkuat komitmen lintas elemen untuk mengawal persoalan HAM serta keberpihakan terhadap masyarakat.
Sebab, bagi gerakan mahasiswa, keadilan tidak cukup dibicarakan, ia harus dikawal.
Kontributor : Ulul Abros
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Pasuruan, Jawa Timur
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi