SMA Negeri 2 Palu mendapat bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) senilai sekitar Rp459 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan ruang administrasi dan ruang bimbingan konseling (BK).
Kepala SMAN 2 Palu, Eddy Siswanto, mengatakan program revitalisasi tersebut membantu sekolah dalam membenahi infrastruktur pendidikan yang sudah lama membutuhkan perbaikan.
Baca juga: Revitalisasi Rp1,42 Miliar, SMA Negeri 6 Palu Benahi Fasilitas Sekolah
“Revitalisasi pembangunan tentu ini sangat membantu di bidang pendidikan. Bukan hanya membangun, tetapi juga dalam rangka pembenahan infrastruktur yang sudah lama,” kata Eddy, Selasa (1/9/2026).
Menurut Eddy, program revitalisasi juga mencakup rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah. Ia berharap program pemerintah tersebut dapat terus berkesinambungan dan pelaksanaannya semakin maksimal.
Eddy menjelaskan, salah satu persyaratan penting bagi sekolah penerima bantuan adalah kepemilikan lahan yang memiliki legalitas, termasuk sertifikat. Selain itu, data dan usulan sekolah melalui Dapodik harus terhubung dengan sistem kementerian agar dapat diproses dalam program bantuan.
“Jadi syarat utamanya sekolah wajib memiliki lahan yang bersertifikat. Karena banyak bantuan bisa masuk, tetapi lahannya belum bersertifikat, akhirnya gagal lagi,” ujarnya.
Selain pembangunan melalui program revitalisasi, SMAN 2 Palu juga masih menghadapi keterbatasan ruang akibat bangunan dua lantai yang terbakar pada Januari 2016.
Baca juga: Huntap Dijanjikan, Dinas Diduga Lepas Tangan
Eddy mengatakan bangunan tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Palu. Setelah melalui proses penghapusan aset, bangunan tersebut resmi dibongkar pada Mei 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah ruang kerja, termasuk ruang dewan guru, wakil kepala sekolah, dan kepala sekolah, sementara menggunakan ruang kelas.
“Selama ini dewan guru, wakasek maupun ruang kepala sekolah menggunakan ruang kelas. Mudah-mudahan pada 2027 struktur dua lantai dapat terbangun kembali, sehingga fungsi ruang kelas bisa kembali digunakan sebagaimana mestinya,” katanya.
Baca juga: Palang Desa, Jalan Rusak, Uang Tak Jelas
Eddy menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Pendidikan dan Bappeda, pembangunan kembali struktur bangunan dua lantai tersebut diharapkan dapat dibiayai melalui APBD.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SMAN 2 Palu dapat terus berlanjut, sehingga proses pembelajaran dan pelayanan administrasi sekolah dapat berlangsung lebih optimal.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Palu, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi