SDN Lanang, Sekolah atau Jebakan?

Reporter : Redaksi
Kondisi ruang belajar siswa SDN Lanang yang plafonnya mengalami kerusakan (foto : agus_beritaformat)

Kondisi SD Negeri Lanang, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, pasca diterpa angin kencang beberapa bulan lalu, kini memprihatinkan. Kerusakan bangunan sekolah yang telah berusia lebih dari 20 tahun disebut semakin parah, mulai dari plafon ambruk hingga kayu penyangga yang lapuk.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pihak sekolah, terutama terhadap keselamatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar.

Baca juga: FORMIT Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Solidaritas dari Palu

Kondisi plafon teras sekolah tak kalah memprihatinkan (foto : agus_beritaformat)

Kepala SD Negeri Lanang, Sarnaidah, S.Pd., mengatakan plafon salah satu ruang kelas telah ambruk akibat kayu penahan yang mulai keropos.

“Kemarin plafonnya ambruk karena kayu penahan sudah pada kropos. Takutnya kayu yang di atas bergantung sewaktu-waktu dapat jatuh. Ketika ada angin, guru maupun siswa pasti berhamburan keluar kelas,” ujar Sarnaidah kepada media, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan bukan hanya pada plafon. Struktur bangunan tiga ruang kelas tersebut juga mulai mengalami penurunan dan dinilai sudah tidak layak digunakan dalam kondisi saat ini.

“Bangunan tiga kelas itu bangunan tua, sudah lebih dari 20 tahun. Kondisinya memang sudah tidak layak,” katanya.

Pihak sekolah mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk mendapatkan penanganan. Namun, sekolah disebut belum masuk dalam usulan program revitalisasi karena masih terdapat pembenahan data pada sistem Dapodik.

Sekolah kemudian diarahkan untuk mengajukan penanganan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, mengingat kerusakan juga berkaitan dengan peristiwa angin kencang.

Sarnaidah mengatakan dirinya telah mendatangi BPBD Tolitoli. Petugas BPBD juga disebut telah turun langsung meninjau kondisi sekolah.

“Saya sudah menghadap di BPBD Tolitoli dan pihak BPBD sudah pernah datang meninjau langsung. Namun kami tidak tahu lagi bagaimana tindak lanjutnya,” jelasnya.

Baca juga: Cetak Sawah Baru Taopa Utara Mangkrak, Lahan Kembali Jadi Hutan

Kerusakan bangunan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan proses pembelajaran, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekolah.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap ruang kelas yang mengalami kerusakan, khususnya bagian atap, plafon, kayu penyangga dan struktur bangunan.

Harapan tersebut dinilai mendesak mengingat sekolah masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi bangunan yang lapuk dikhawatirkan dapat membahayakan siswa maupun tenaga pendidik apabila kembali terjadi angin kencang atau kerusakan struktur.

Sementara itu, upaya media mengonfirmasi Kepala BPBD Tolitoli, Abdullah Haruna, pada Selasa (18/8/2026), belum mendapatkan penjelasan mengenai tindak lanjut penanganan SDN Lanang.

Melalui WhatsApp, Abdullah menyampaikan dirinya masih mengikuti rapat dan mengarahkan konfirmasi kepada pejabat yang menangani bidang tersebut.

“Bos ku saya masih ada urusan dulu neh, boleh hubungi Kabid Darurat dan Logistik karena dia yang tangani,” terangnya.

Baca juga: Riccho Gilberdyo, Siswa SMAN 1 Sidoan, Jadi Pengibar Sang Saka di HUT RI ke-81

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari Kabid Darurat dan Logistik BPBD Tolitoli mengenai hasil peninjauan lapangan, status penanganan, maupun kemungkinan bantuan untuk SDN Lanang.

Kondisi SDN Lanang kini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, apakah harus menunggu kerusakan semakin parah, atau segera bertindak sebelum bangunan tua tersebut membahayakan keselamatan siswa dan guru?

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BPBD Tolitoli, serta pihak terkait lainnya sesuai prinsip keberimbangan, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Undang-Undang Pers.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Tolitoli, Sulawesi Tengah
Sumber : Aduan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru