Revitalisasi SMKN Peling Tengah, Rp800 Juta untuk Benahi Sarana
BANGGAI KEPULAUAN || Setelah cukup lama menanti, SMK Negeri Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, akhirnya mendapat bantuan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Program dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp800 juta itu mencakup rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi ruang praktik siswa (RPS), serta pembangunan toilet.
Pelaksanaan pekerjaan telah berjalan lebih dari satu bulan. Plt. Kepala SMKN Peling Tengah, Yulius Toima, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.
“Tahun ini kami mendapat sentuhan dari pemerintah pusat melalui revitalisasi tahun 2026. Kami sudah bisa mendapatkan dan harapan kami, karena sekolah kami masih membutuhkan untuk tahun-tahun ke depannya, kami bisa diperhatikan kembali,” ujar Yulius, Jum'at (25/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan sarana sekolah masih cukup banyak. Di antaranya ruang Bimbingan Konseling (BK), ruang OSIS, laboratorium, ruang administrasi, serta rehabilitasi perpustakaan.
Yulius berharap program revitalisasi dapat berlanjut sehingga kebutuhan sarana dan prasarana sekolah dapat dipenuhi secara bertahap.
Ia menilai perbaikan kondisi gedung melalui program revitalisasi juga dapat menjadi salah satu penunjang meningkatnya minat calon siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMKN Peling Tengah.
“Dengan angin segar revitalisasi tahun ini dari pemerintah pusat, dengan demikian siswa yang berminat untuk masuk di SMKN Peling Tengah lebih banyak lagi dengan perubahan kondisi gedung yang sudah memadai,” ungkapnya.
Selain persoalan sarana, pihak sekolah juga tengah mempersiapkan rencana pembukaan jurusan baru. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala ketersediaan guru produktif.
Saat ini SMKN Peling Tengah baru memiliki satu jurusan, yakni perkantoran. Menurut Yulius, keterbatasan guru produktif turut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan program keahlian di sekolah.
“Kita juga sudah menyampaikan ke dinas perihal kebutuhan untuk guru produktif, sehingga ke depan untuk buka jurusan baru dapat tersedia untuk kebutuhan guru produktif,” katanya.
Ia berharap pemenuhan tenaga pendidik produktif dapat meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMKN Peling Tengah.
“Sehingga kepercayaan orang tua menyekolahkan anak di sini lebih baik lagi,” pungkasnya.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi