Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran revitalisasi lebih dari Rp100 miliar untuk memperbaiki infrastruktur 95 SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Tengah pada Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Drs.H Firmanza, M.Si., mengatakan program revitalisasi difokuskan pada sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) sesuai hasil verifikasi dan usulan yang diajukan ke pemerintah pusat.
Baca juga: Penutupan Irigasi Gumbasa Berpotensi Diundur, Menunggu Kesepakatan Petani
"Sebanyak 36 SMA, 46 SMK, dan 13 SLB telah menerima bantuan revitalisasi APBN 2026. Sebagian sudah berjalan, sementara sisanya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS)," ujar Firmanza, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, dana revitalisasi ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah dan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Sementara itu, Dinas Pendidikan berperan melakukan verifikasi, koordinasi, serta pendampingan administrasi.
Menurut Firmanza, pemerintah daerah terus mengusulkan sebanyak mungkin sekolah agar memperoleh bantuan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru, dengan memenuhi persyaratan administrasi dan justifikasi kondisi bangunan yang ditetapkan Kemendikdasmen.
"Insyaallah program ini terus berjalan. Kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan sekolah-sekolah juga mengikuti bimbingan teknis secara bertahap. Harapannya, semakin banyak sekolah yang mendapatkan revitalisasi sehingga kualitas sarana pendidikan di Sulawesi Tengah semakin baik," katanya.
Baca juga: "Berani Cerdas", Tapi Siswa Masih Belajar di Sekolah Nyaris Roboh
Firmanza menambahkan, program revitalisasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, aman, dan nyaman sehingga dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah.
Komentar Narasumber:
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Baca juga: PM-AAS Masuk Pesaku, Sigi Pacu Sawah Modern
"Dengan sarana yang layak, aman, dan nyaman, diharapkan proses belajar mengajar semakin optimal sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan dan prestasi peserta didik di Sulawesi Tengah," pungkasnya.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Palu, Sulawesi Tengah
Sumber : Wawancara
Editor : Redaksi