BUMDes Gunung Sari ‘Menghilang Tanpa Kabar’, Warga Pertanyakan Nasib Modal dan Pengurus

Reporter : Redaksi
Gambar ilustrasi redaksi

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, kembali menjadi perbincangan warga. Bukan karena ekspansi usaha atau capaian keuntungan, melainkan karena keberadaannya yang disebut-sebut semakin sulit ditemukan aktivitasnya di lapangan.

Seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku heran dengan kondisi BUMDes yang menurutnya sempat berjalan melalui usaha penjualan LPG 3 kilogram dan layanan BRILink. Namun, setelah pergantian kepengurusan desa dan adanya tambahan modal sekitar Rp90 juta, aktivitas usaha tersebut justru disebut perlahan menghilang dari radar masyarakat.

Baca juga: Hujan Deras Bawa Material Kayu dan Batu, Gerus Rabat Jalan Trans Sulawesi di Talaga

"Kalau dulu masih terlihat kegiatannya. Sekarang yang paling aktif justru pertanyaan masyarakat tentang BUMDes itu sendiri," ujar warga tersebut kepada wartawan, Minggu (18/5/2026).

Menurutnya, masyarakat bukan sedang mencari sensasi, melainkan mencari informasi. Sebab, dalam teori ekonomi desa, modal usaha seharusnya menghasilkan perputaran usaha, bukan sekadar meninggalkan tanda tanya yang terus beranak-pinak di ruang publik.

Wartawan kemudian berupaya meminta penjelasan kepada Kepala Desa Gunung Sari, Wahidan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan.

Konfirmasi juga dilakukan kepada Sekretaris Desa Gunung Sari, Rahyusaputri, pada Senin (15/6/2026). Saat dihubungi melalui WhatsApp, Sekdes menyatakan akan menghubungi pengurus BUMDes terlebih dahulu.

"Oh iya Pak, saya hubungi dulu pengurusnya ya Pak," ujarnya.

Namun setelah beberapa kali komunikasi lanjutan, nomor kontak pengurus yang diminta wartawan belum juga diperoleh. Jawaban yang diberikan masih seputar koordinasi dan komunikasi internal. Kondisi ini membuat proses konfirmasi berjalan lebih lambat daripada yang diharapkan masyarakat yang menunggu kejelasan.

Baca juga: Mahasiswa Hukum Soroti Asas Praduga Tak Bersalah dalam Pemberitaan PETI Parimo

Sementara itu, Kasi Pengembangan Ekonomi Kecamatan Bolano Lambunu, Sri Yayu A. Salama, mengatakan pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap pengelolaan BUMDes Gunung Sari.

"Kami sudah melakukan evaluasi dan verifikasi kepada pengurusnya. Kami akan melakukan evaluasi kembali dan mudah-mudahan bisa segera terselesaikan," kata Yayu melalui pesan WhatsApp.

Ia menegaskan bahwa apabila ditemukan adanya kelalaian pengurus atau indikasi penyalahgunaan dalam pengelolaan BUMDes, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jika benar terdapat temuan penyalahgunaan atau kemacetan usaha, itu akan menjadi tanggung jawab pengurus," tegasnya.

Baca juga: SPMB SMAN 2 Tolitoli Belum Capai Kuota, Sekolah Bantu Pendaftaran Online Calon Siswa

Hingga berita ini ditayangkan, pengurus BUMDes Gunung Sari belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi usaha maupun penggunaan modal yang dipertanyakan warga. Akibatnya, BUMDes yang semestinya menjadi motor penggerak ekonomi desa kini lebih sering muncul dalam diskusi warga sebagai objek evaluasi daripada sebagai pelaku usaha.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

Reporter: Asri
Penyunting: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru