Pemerintah Desa (Pemdes) Samabahari, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan antarwarga guna menciptakan stabilitas sosial dan mencegah konflik di tingkat desa.
Sebagai pemimpin sekaligus fasilitator, Pemdes Samabahari berfungsi sebagai pusat koordinasi sosial, menggerakkan partisipasi aktif warga dalam berbagai kegiatan pembangunan dan sosial. Pendekatan partisipatif dinilai efektif memperkuat solidaritas serta rasa memiliki terhadap desa.
Baca juga: Revitalisasi Rp1,42 Miliar, SMA Negeri 6 Palu Benahi Fasilitas Sekolah
Selain itu, Kepala Desa dan perangkat desa berperan sebagai mediator dalam setiap konflik yang muncul di tengah masyarakat. Penyelesaian dilakukan melalui jalur mediasi dengan mempertemukan para pihak yang berselisih demi menemukan solusi yang adil dan menjaga kondusivitas desa.
Pemdes juga aktif memberikan himbauan, penyuluhan, dan teladan kepada masyarakat dengan mengedepankan nilai toleransi, gotong royong, serta kebersamaan. Ruang dialog terbuka turut diciptakan melalui musyawarah desa (Musdes) sebagai wadah penyampaian aspirasi warga.
Baca juga: Huntap Dijanjikan, Dinas Diduga Lepas Tangan
“Pemerintah desa harus hadir sebagai penengah yang adil dan menjadi contoh dalam menjaga persatuan. Pelayanan yang merata dan dialog terbuka adalah kunci mencegah konflik,” ujar perwakilan Pemerintah Desa Samabahari.
Melalui pelayanan administrasi yang adil tanpa diskriminasi serta kegiatan pemberdayaan masyarakat, Pemdes Samabahari berupaya memperkuat kerukunan antarwarga dan antarumat beragama.
Baca juga: SMAN 2 Palu Terima Revitalisasi Rp459 Juta
Pemdes menilai, keberhasilan menjaga keharmonisan desa sangat ditentukan oleh pendekatan yang humanis, transparan, dan partisipatif, sehingga stabilitas sosial dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Reporter : Asri
Editor : W13D
Kategori : Daerah
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi