FORMAT PALU | Pasca viral di media ini, PT SMS, pelaksana pekerjaan pembangunan tanggul yang menggunakan tiang pancang di bantaran sungai Teluk Palu, merespon positif keluhan warga namun, saat perwakilan perusahaan menelpon Ronald, dirinya belum sempat mengangkat telepon tersebut.
"Usai berita tuntutan ganti rugi kemarin tayang, saya sempat dihubungi pihak dari PT. SMS namun, belum sempat mengangkat telepon WhatsApp mereka," jelasnya, Senin (21/10/2024).
Baca juga: Speedboat MISTER UN Ditemukan, Nahkoda Masih Hilang
Masih Ronald, "Nominal ganti rugi kerusakan rumah warga di bantaran sungai Teluk Palu, harus disampaikan dengan transparan agar, tidak ada oknum pihak PT. SMS yang bermain kotor," imbuhnya saat menghubungi awak media melalui telepon WhatsApp.
Baca juga: Jalan Usaha Tani Karawana Mulai Dibangun, Akses Petani Kini Lebih Lancar
Ronald juga berharap, PT. SMS segera merealisasikan ganti rugi yang diminta warga.
"Sudah 2 minggu, pasca dilakukan musyawarah pada, (8/10) lalu, masih belum ada titik temu kapan pihak perusahaan akan melaksanakan komitmennya untuk mengganti kerusakan rumah warga akibat dampak getaran mesin pancang. Jika tidak segera terealisasi maka, warga sepakat akan turun dan menghentikan pekerjaan tersebut," pungkasnya.
Baca juga: Kejati Sulteng Bekali Aparatur Mitigasi Risiko Hukum Addendum Kontrak
Hingga berita ini tayang, awak media masih berusaha mengklarifikasi perwakilan PT. SMS namun, masih belum bisa bertemu secara langsung. (Ono/Asri)
Editor : Redaksi