DD 250 Juta? Kades VS Mantan Bendahara, Camat Tinombo Selatan Bungkam
BERITA PARIMO | Masyarakat Desa Sigenti Barat, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, pertanyakan penggunaan Dana Desa (DD) yang tidak jelas.
Keresahan ini disampaikan masyarakat kepada awak media, karena tidak adanya klarifikasi dan tindakan dari BPD Desa Sigenti Barat atas aduan masyarakat, yang sudah dikirimkan melalui surat tertanggal 1 Desember 2023 lalu, terkait dugaan penyalahgunaan DD tahun 2023 untuk pengalokasian anggaran BUMDES sebesar 100 juta rupiah, pembangunan aula pertemuan desa 150 juta rupiah, pembangunan jalan Desa Sigenti dan pengurugkan lapangan sepak bola.
"Yang mana, ketika anggaran tersebut sudah terealisasi, kepengurusan BUMDES tersebut dibubarkan. Kemudian anggaran DD untuk pembangunan Aula pertemuan desa sebesar 150 juta rupiah, belum sempat dikerjakan, anggarannya sudah di alihkan ke pembangunan jalan di Desa Sigenti, pembangunan jalan tidak jadi dilaksanakan, anggaran di alihkan lagi untuk pengurugkan lapangan sepak bola. Namun, dalam realisasinya tidak sesuai, dan anggaran untuk lapangan sepak bola sudah ada sendiri," terang salah seorang Tokoh Masyarakat kepada awak media.
Mantan Bendahara Desa Sigenti Barat, inisial R, turut menjelaskan jumlah pencarian DD tersebut (4/2). "Tahap pertama pencairan sejumlah 300 juta rupiah. Kemudian di tahap kedua 200 juta rupiah, dan tahap ketiga 300 juta rupiah. Sehingga, jumlah keseluruhan pencairan DD tahun angaran 2023 Desa Sigenti Barat, yang saya ketahui total 800 juta rupiah," urainya.
R melanjutkan, "pencairan tahap pertama, uang dibawah Kades Sigenti Barat. Baru keesokan harinya diberikan ke saya sebesar 100 juta rupiah. Kelebihannya masih dibawah Kades dan saya tidak tahu dipergunakan untuk apa," lanjutnya.
"Kemudian pada pencairan tahap kedua sebesar 200 juta rupiah, sebagian uangnya diberikan ke saya, sisanya ada di tangan Kades," pungkasnya.
Hal senada disampaikan oleh Arjun, salah satu anggota BPD Desa Sigenti Barat saat menjawab pertanyaan awak media.
"Saya hanya sebatas anggota, kalau saya lihat memang tidak ada sinkronisasi di lembaga BPD. Kami pun sebagai anggota merasa bingung, setiap ada keluhan dari masyarakat harusnya kita rapatkan di internal, agar anggota mengetahui. Tapi faktanya tidak seperti itu," ungkap Arjun.
"Saya sebagai anggota dan baru menjabat, tidak mengetahui. Namun saya melihat, apa yang menjadi keluhan masyarakat itu jelas dan benar," pungkas Arjun.
Kades Sigenti Barat saat dikonfirmasi awak media (8/2), menepis semua tudingan yang di arahkan padanya.
"Pada tahun anggaran 2023, dibentuk BUMDES. Namun, pada pertengahan jalan ada masalah, sehingga bubar (sesuai kesepakatan mereka)," jelasnya.
Lanjut Kades Sigenti Barat, "untuk anggaran BUMDES cair pada tahap kedua dan ketiga, masing masing sebesar 50 juta. Uang tersebut masih saya pegang, sengaja tidak saya berikan dulu, karena masih dalam proses penyusunan draft AD/ART dan unit unit kerja di BUMDES," terangnya.
Kades Sigenti Barat juga menerangkan masalah pembangunan aula, jalan dan peningkatan lapangan sepak bola yang juga dipermasalahkan masyarakat.
"Untuk penganggaran aula pada APBDesa tahun 2023, sudah kita masukkan setelah kita posting di Kabupaten. Akan tetapi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyampaikan, jika untuk pembangunan fasilitas pemerintahaan belum di sahkan bersama bidang di DPMD. Oleh karenanya, anggaran tersebut kita jadikan dana cadangan supaya bisa kita posting ulang," ungkap Kades Sigenti Barat.
Lanjut Kades Sigenti Barat, "seiring waktu kita lakukan kordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan kita sepakat, anggaran tersebut kita alokasikan untuk pembukaan jalan baru. Kita undang masyarakat dan banyak yang menyetujui. Namun, ketika kita turun meninjau badan jalan, banyak masyarakat yang tidak mau memberikan hak lahan kepada kami untuk pembuatan jalan tersebut. Sehingga, pembangunan jalan tidak terealisasi," terangnya.
"Agar anggaran tersebut bisa terserap, kita lakukan kordinasi lagi dengan BPD untuk mengalokasikan pada peningkatan penimbunan kapasitas lapangan sepak bola," imbuhnya.
Kades Sigenti Barat juga menjelaskan terkait pencairan DD tahun 2023 pada tahap kesatu.
"Terkait pencairan DD tahap kesatu, yang saya ajukan 300 juta lebih, namun terealisasi hanya 150 juta rupiah. Setelah pencairan, bendahara saya mengatakan 'jika masih takut pegang uang'. Akan tetapi, 3 hari pasca pencairan, uang tersebut saya serah terimakan kepada bendahara, termasuk gaji, honor dan sebagainya. Sehingga, saya tidak lagi memegang uang tersebut. Jadi uang tersebut sudah saya serahkan pada yang berhak, termasuk gaji pegawai dan posyandu. Pada pencairan tahap kedua pun sama, bendahara masih takut pegang uang. Dengan pertimbangan untuk kelancaran program program desa, maka uang tersebut saya ambil alih pengelolaannya," pungkasnya rinci.
Camat Tinombo Selatan, sebagai pembina seluruh Kades yang ada di wilayahnya, tidak bergeming ketika awak media mencoba mengklarifikasi masalah tersebut, melalui nomor Whatsapp pribadinya. Selasa, (27/2/2024). (Asri)
Editor : Redaksi