Sinergitas KPU Kab.Mojokerto Dengan Awak Media, Tekan Angka Golput Pemilu 2024
BERITA MOJOKERTO | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto gelar Media Gathering yang dilaksanakan pada Minggu, (10/12/2023), bertempat di Gedung Pemilu KPU Kabupaten Mojokerto.
Acara yang mengusung tema 'Peran Media Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Pemilu 2024', bertujuan untuk membangun sinergitas awak media, dalam memberikan informasi dan edukasi yang efisien kepada masyarakat.
"Dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat, setidaknya ada dua langka yang diambil oleh KPU Kabupaten Mojokerto yakni, salah satunya adalah penyebar luasan informasi pemilu. Yang mana, merupakan hasil dari setiap tahapan yang sudah ditentukan, dan menurut kami, ini merupakan tugas dari kawan kawan media", ujar Achmad Arif, Divisi Teknik KPU Kabupaten Mojokerto.
Media Gathering yang digelar sejak pukul 10.00 WIB, dihadiri tak kurang dari 65 perwakilan media, baik cetak, elektronik, radio maupun televisi di Kabupaten Mojokerto, yang ikut bersinergi bersama KPU untuk mensukseskan Pemilu 2024 nanti.
Komisioner KPU Divisi Teknik, Achmad Arif kembali menegaskan, jika KPU Kab.Mojokerto selalu bekerja keras untuk meminimalisir angka golput pada pemilu 2024 nanti. Hal ini berkaca pada pemilu tahun 2019 yang lalu, dimana angka golput bisa kita tekan hingga mencapai 84%.
"Untuk saat ini, kami (KPU), dituntut kerja keras dalam Pemilu 2024. Dan kami fokus pada peningkatan partisipasi masyarakat. Karena, jika pelaksanaan Pemilu ini minim partisipasi dari masyarakat, maka yang akan dihasilkan akan sangat minim legitimasinya,” tegas Arif.
KPU Kab. Mojokerto juga menilai, bahwa sosialisasi sangat amat diperlukan dalam mensukseskan pemilu nanti. Beberapa sosialisasi akan kita lakukan dengan penyebaran flyer, ledeng, tatap muka dan masuk ke dalam sekolah serta pondok pesantren.
"Yang menjadi kendala yakni, para santri yang tidak memegang gadget, sehingga informasi mengenai pemilu kurang bisa didapatkan. Leafleat ini merupakan salah satu cara, untuk memberikan sosialisasi kepada para santri yang tidak memiliki atau memegang gadget, agar tetap mengerti informasi dan alur kepemiluan. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dan kita juga melakukan sosialisasi terkait cara pencoblosan yang benar,” ujar Jainul Arifin. (Luthfi)
Editor : Redaksi