Pekerjaan TPT Dusun Keret, Disoal LSM Majapahit
MOJOKERTO | Proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) Dusun Keret Desa Sumberjati Kecamatan Mojoanyar, disoroti Mat Toyib anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Majapahit. Pasalnya, pekerjaan tersebut tidak dilengkapi papan proyek sebagaimna syarat utama dalam pekerjaaan persiapan suatu proyek yang dibiayai oleh anggaran negara.
Tak hanya soal papan proyek, para pekerja tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) untuk, mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja yang bisa berakibat fatal. Hal tersebut tertuang dalam UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Menyikapi hal itu, Mat Toyib menyampaikan jika, proyek TPT di Desa Sumberjati tersebut diduga mengabaikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa.
"Kalau tidak dipasang maka, diduga sebagai proyek siluman. Pasti ada 'main-main'. Padahal dibiayai uang negara," ujarnya.
"Dengan tidak adanya papan nama proyek, sehingga tidak diketahui publik siapa kontraktornya, sumber dananya dari mana, berapa jumlah anggarannya, dan berapa lama pengerjaannya," imbuhnya.
Menurut Mat Toyib, pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi dari azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam melakukan proses pengawasan.
"Papan informasi proyek itu bertujuan agar, pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Ini dimulai sejak pekerjaan atau proyek dilakukan, termasuk proyek yang dilakukan di badan publik," ungkap Mat Toyib. Sabtu, (12/8/2023).
Sementara itu, Soli selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sumberjati mengaku jika pekerjaan tersebut sudah berjalan satu minggu yang lalu. Adapun terkait keberadaan papan nama proyek, Soli mengungkapkan bahwa saat ini masih belum ada
"Opo cak prasasti ta? Papan proyeknya urong dipasang cak, biasane ngenteni nek wis mari (Apa mas, prasasti? Papan proyeknya belum dipasang mas, biasanya nunggu pekerjaan selesai)", ujarnya.
Soli juga mengaku tidak mengetahui besaran anggaran pengerjaan proyek tersebut.
"Mohon maaf, saya belum memahami. Beberapa waktu lalu saya cuma di utus ke sini," tutup Soli (Sujiono).
Editor : Redaksi