Uri - Uri Budaya, Desa Kedungrejo Gelar Sedekah Bumi
JOMBANG | Sedekah Bumi atau nyadran, merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang maha Esa setelah, menerima hasil bumi yang melimpah. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang dengan tujuan, supaya diberikan risky yang melimpah. Seperti halnya acara yang dilaksanakan di Dusun Kedung Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Minggu, (16/07/2023).
Tradisi sedekah bumi sendiri terdapat nilai - nilai pendidikan islam mengenai keimanan. Dalam ritualnya juga terdapat pembacaan do'a dan tahlil sebagai lambang kewajiban mengingat Allah SWT dengan segala sesuatu atas dasar keimanan kepada Allah SWT. Makna tradisi ini adalah rasa bersyukur yang merupakan ajaran baik dalam agama Islam dan nilai ibadah yang bertujuan untuk mencari ridhoNYA.
Acara yang dihadiri oleh tiga pilar Kecamatan Megaluh serta masyayakat ini mempunyai tiga prosesi yang dilaksanakan yaitu, nyekar, kenduri dan tayuban. Acara di mulai dengan pawai arak arakan tumpeng hasil bumi dari warga Kedung yang di arak keliling desa kedung.
Sebelum arakan di berangkatkan, oleh Camat Megaluh di laksanakan upacara pemberangkatan terlebih dahulu.
Kades Kedungrejo M.Nurudin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat Kedungrejo yang telah melaksanakan tradisi sedekah bumi yang bertujuan bersyukur atas risky yang melimpah dan senantiasa diberikan ridho Allah SWT.
Sedekah bumi juga merupakan penghormatan pada para leluhur yang telah berjuang dan mendirkan desa serta, wujud gotong royong. Uri-uri budaya yang ada perlu dilestarikan agar tidak tergerus oleh modernisasi jaman. Semoga nantinya kita akan gelar sedekah bumi dengan lebih meriah lagi, ucap Nurudin.
Camat Megaluh Drs. Hery Suprayitno mengatakan bahwa, "nyadran atau sedekah bumi adalah tradisi leluhur yang tidak mungkin kita lupakan, tradisi ini adalah wujud syukur atas pemberian Riski yang melimpah, serta bentuk gotong royong, kebersamaan dan seduluran serta diharapkan agar selalu diberikan rahmat Allah SWT, diberikan kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera, guyub rukun serta hidup bertambah sejahtera, gemah rimpah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo", tandasnya. (Darmanto)
Editor : Redaksi