Di Tengah Sorotan Dugaan APD, SMPN 13 Sigi Pilih Disiplin K3: Sediakan APD Lengkap untuk Seluruh Pekerja

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Progres revitalisasi SMPN 13 Sigi (foto : Agus_beritaformat)
Progres revitalisasi SMPN 13 Sigi (foto : Agus_beritaformat)

Polemik dugaan pengabaian penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) pada sejumlah proyek revitalisasi sekolah penerima bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menjadi perhatian. Sejumlah sekolah disebut belum menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bahkan ada yang beralasan para pekerja tidak terbiasa menggunakan APD.

Padahal, sebagai penanggung jawab penggunaan anggaran negara, pihak sekolah berkewajiban memastikan seluruh pekerja terlindungi selama proses pembangunan berlangsung.

Di tengah sorotan tersebut, proyek revitalisasi yang dikelola Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMPN 13 Sigi justru menunjukkan komitmen terhadap penerapan K3.

Kepala SMPN 13 Sigi, Amiruddin, mengatakan sekolah menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp395 juta untuk rehabilitasi dua ruang kelas dan satu ruang administrasi.

"Untuk menyelesaikan proyek ini kami melibatkan sekitar 10 pekerja termasuk kepala tukang. Karena itu kami menyediakan 10 paket APD lengkap berupa helm, rompi, dan safety boots. Bagi kami, selain kualitas pekerjaan, keselamatan para pekerja adalah prioritas utama," ujar Amiruddin, Senin (13/7/2026).

Selain memastikan seluruh pekerja menggunakan APD, panitia pembangunan juga menegaskan komitmennya menjaga kualitas fisik bangunan agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Material yang digunakan dipilih berdasarkan standar mutu, termasuk penggunaan cat dinding berkualitas.

Amiruddin menambahkan, pelaksanaan proyek juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan tenaga kerja lokal yang dinilai memiliki kompetensi. Ketua P2SP, tim perencana, hingga pengawas dipilih berdasarkan latar belakang keahlian, termasuk tenaga yang memiliki pendidikan di bidang teknik.

"Kami juga memberdayakan masyarakat sekitar. Ketua P2SP merupakan lulusan sarjana teknik, begitu pula tim perencana dan pengawas yang kami rekrut sesuai kompetensinya agar pembangunan berjalan sesuai standar," katanya.

Komitmen SMPN 13 Sigi dalam menerapkan K3, menjaga kualitas pekerjaan, serta mengedepankan transparansi pengelolaan dana revitalisasi diharapkan menjadi contoh bagi sekolah penerima bantuan pemerintah lainnya, sehingga pelaksanaan proyek tidak hanya menghasilkan bangunan yang berkualitas, tetapi juga menjamin keselamatan para pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan