Bocor Gunakan DD Untuk Kepentingan Pribadi, Oknum Kades Ancam Bunuh Wartawan

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy

PARIGI MOUTONG | Sungguh sangat mengerikan ucapan kalimat “saya bunuh!” yang disampaikan oleh R, oknum Kades Wanamukti Kecamatan Bolano Kabupaten Parigimoutong ke rekan Jurnalis saat mengkonfirmasi terkait dugaan Dana Desa (DD) yang disalah gunakan.

 

Masyarakat, media dan LSM bisa ikut berperan aktif dalam memantau pelaksanaan penyerapan anggaran yang menggunakan keuangan negara, DD maupun anggaran lainnya yang bersumber dari keuangan negara, merupakan tanggung jawab kita semua untuk mengawasi dan memantau penggunaannya dalam penyerapan diberbagai sektor kegiatan yang ada di pemerintahan hingga tingkat Desa sekalipun.

 

Namun berbeda dengan yang terjadi di Desa Wanamukti Kecamatan Bolano Kabupaten Parigimoutong Sulewesi Tengah. Sempat viral di pemberitaan salah satu media terkait pengembalian DD yang sempat terpakai untuk kepentingan pribadi, yang dilaksanakan dibalai desa pada minggu yang lalu.

 

Kali ini muncul masalah baru penggunaan DD tahap 2 tahun 2022 yang diduga dipinjamkan ke teman oknum Kades Wanamukti inisial YB sejumlah total 110 juta rupiah. Tertulis pada kwitansi keperluan penggunaan DD tersebut sebagai pinjaman pribadi atas nama YB yang dibubui materai 10 ribu rupiah dan di tanda tangani yang bersangkutan (YB_red) pada tanggal 14/9/2022.

 

Kades Wanamukti inisial R, saat dikonfirmasi rekan Jurnalis Media Central pada hari Rabu, 14/6/2023, menggunakan handphone nomor 082350560XXX milik mantan bendahara Desa Wanamukti tidak memberikan jawaban.

 

Rekan Jurnalis Media Central berupaya menghubungi R di nomor WA pribadinya 08524710xxx malah diblokir. Untuk mendapatkan kejelasan tentang kwitansi tersebut, rekan Jurnalis Media Central menggunakan nomor lain agar dapat terhubung.

Diwaktu yang sama mencoba menelpon kembali dan terhubung namun, sangat disayangkan, sikap arogan R dalam menyampaikan kalimat, bernada ancaman akan datang kerumah Jurnalis Media Central untuk 'membunuh'.

 

Warga bersama wakil BPD mengakui bahwa, benar dengan adanya kwitansi itu, di pinjam tertulis untuk kepentingan pribadi. Menurut mereka, saat bendahara ditanya membenarkan soal penggunaan DD tersebut. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus pada pihak terkait atas kejadian tersebut. Kamis, (15/6/2023). (Tim)