Pendaftar SPMB SMAN 1 Palu Membludak, Jalur Domisili Paling Padat
Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Palu mulai dipadati calon siswa. Hingga Kamis (21/5/2026), jumlah pendaftar tercatat sudah mendekati 400 orang, sementara kuota penerimaan tahun ini hanya disiapkan untuk 540 siswa.
Kepala SMAN 1 Palu, Dahlan M.S mengatakan, pendaftaran yang dibuka sejak 14 Mei dijadwalkan berlangsung hingga 31 Mei 2026. Namun, pihak sekolah tengah mengupayakan kemungkinan penambahan waktu pendaftaran karena masih ada kendala administrasi dari sekolah asal calon siswa.
“Masih ada sekolah yang belum tuntas penerbitan SKL dan pengumuman kelulusan. Ditambah lagi hasil TKA juga banyak yang belum keluar. Jadi kita sementara usahakan supaya ada penambahan waktu pendaftaran,” ujar Dahlan.
Menurutnya, juknis penerimaan tahun ini tidak banyak berubah dibanding sebelumnya. Namun terdapat tambahan komponen penilaian, khususnya pada jalur prestasi.
Selain prestasi akademik, olahraga, dan seni, sekolah kini mulai memberikan poin tambahan bagi siswa yang aktif di organisasi maupun kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS dan pramuka.
“Sekarang pengurus OSIS, pramuka dan kegiatan ekstra lainnya itu sudah ada poin penilaiannya. Kalau dulu belum terlalu diperhitungkan,” jelasnya.
Dahlan menambahkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi salah satu komponen baru dalam penilaian jalur prestasi tahun ini, bersamaan dengan nilai rapor dan dokumen prestasi lainnya.
“Dulu belum ada TKA. Tahun ini masuk sebagai salah satu penilaian di jalur prestasi bersama rapor dan dokumen prestasi lainnya,” katanya.
Untuk pembagian kuota, hampir seluruh jalur penerimaan mendapat porsi sekitar 30 persen, kecuali jalur mutasi yang hanya sekitar lima persen. Dari seluruh jalur yang tersedia, jalur domisili menjadi yang paling banyak diminati dan jumlah pendaftarnya disebut telah melampaui kuota.
Menurut Dahlan, jika kuota jalur domisili melebihi kapasitas, maka sistem akan melakukan seleksi berdasarkan jarak rumah calon siswa dengan sekolah.
“Banyak orang tua berpikir kalau alamat rumahnya sudah masuk zona otomatis diterima. Padahal tetap ada kuota dan sistem akan lihat siapa yang paling dekat dengan sekolah,” terangnya.
Ia menilai tingginya persaingan di sekolah tertentu masih dipengaruhi persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit.
“Padahal sebenarnya kualitas sekolah sekarang hampir sama. Tapi persepsi masyarakat memang masih begitu, jadi mereka tetap berusaha supaya anaknya bisa masuk di sekolah yang diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, jalur afirmasi dan mutasi masih minim peminat. Kuota dari kategori ekonomi lemah maupun berkebutuhan khusus di SMAN 1 Palu bahkan belum terpenuhi dan berpotensi dialihkan ke jalur lain, terutama domisili.
Pihak sekolah juga menegaskan, dalam sistem penerimaan tahun ini tidak ada lagi tes tambahan. Seluruh proses seleksi dilakukan melalui penilaian administrasi dan dokumen sesuai juknis SPMB 2026.
Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi