Irigasi Air Tanah di Donggala Mulai Mengalir, Baru 10 dari 30 Hektare Sawah Terjangkau
Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Budi Mukti, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala mulai menunjukkan hasil dan dirasakan petani. Program yang merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 ini ditujukan untuk mengatasi ketergantungan pasokan air pada musim hujan.
Kepala Desa Budi Mukti, Wahyudi, mengungkapkan saat ini terdapat dua titik JIAT yang telah terpasang di Dusun 2. Air dari titik tersebut dialirkan ke Dusun 3 hingga Dusun 1.
“Untuk saat ini, pemasangan ada dua titik di Dusun 2. Alirannya dari Dusun 2 kemudian mengalir ke Dusun 3 dan sampai ke Dusun 1,” ujar Wahyudi, Jumat (1/5/2026).
Meski sudah berfungsi, jaringan irigasi tersebut baru mampu mengairi sekitar 10 hektare dari total potensi 30 hektare lahan persawahan di desa itu.
“Total sawah kita sekitar 30 hektare, tapi yang teraliri baru sekitar 10 hektare. Masih banyak lahan yang belum terjangkau,” jelasnya.
Untuk memperluas cakupan, pemerintah desa telah mengusulkan penambahan satu titik JIAT di Dusun 3 yang memiliki potensi lahan sekitar 10 hektare. Lokasi tersebut disebut telah melalui proses verifikasi dan pengiriman koordinat.
“Untuk Dusun III sudah kita usulkan, lokasinya juga sudah dicek dan koordinatnya sudah dikirim. Sekarang tinggal menunggu realisasi,” tambah Wahyudi.
Sebelumnya, sebagian besar lahan di Desa Budi Mukti berupa kebun kering yang belum optimal dimanfaatkan akibat keterbatasan air. Kehadiran JIAT kini mulai mendorong petani mengembangkan lahan menjadi area persawahan produktif.
Program ini dibiayai melalui APBN dan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu bersama PT Nindya Karya sebagai kontraktor. Pemerintah desa berharap penambahan titik irigasi segera terealisasi agar seluruh potensi lahan dapat terairi dan meningkatkan hasil pertanian serta kesejahteraan petani.
Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Donggala, Sulawesi Tengah
Sumber: Liputan
Editor : Redaksi