Gelar Acara Ruwat Desa Kepuhanyar Tahun 2023
MOJOKERTO | Warga Desa Kepuhanyar Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto selenggarakan Ruwat Desa yang di gelar di aula balai Desa Kepuhanyar dengan menggelar acara wayang kulit dua hari satu malam serta sembelih kerbau sebagai simbol ketaan pada adat dan budaya leluhur.
Sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME. Wargapun mempercayai Ruwat Desa merupakan budaya peninggalan nenek moyang yang bertujuan supaya desa tetap terjaga kondusifitasnya, dijauhkan dari musibah dan warga makmur guyup rukun sebagai tolak bala serta penghormatan kepada leluhur.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Kepuhanyar Ir.Slamet terhadap awak media di tempat prosesi di gelar. Senin (20/3/2023).
Menurutnya, "Dalam proses ruwat desa tersebut ada beberapa kebiasaan yang sudah turun temurun sejak sebelum saya menjabat sebagai Kades disini,yaitu prosesi Tumpengan yang di adakan di Makam Leluhur Desa Kepuhanyar 'Punden Tlogo' dan menyembelih Kerbau kemudian, membagikan dagingnya pada seluruh masyarakat Desa (19/3). Sedangkan siang hari ini (20/3) kita gelar wayang kulit di 'Punden Tlogo' hingga sore, malam nanti jam 20.00 wib dilanjutkan wayang kulit dengan dalang Ki Sareh Budi Utomo di Balaidesa sampai selesai. Dalam tradisi ruwat desa ini mengingatkan bahwa manusia itu banyak dosanya walau sudah dibersihkan beberapa kali manusia tetap membuat dosa. Adapun fungsi tradisi ruwat desa yaitu fungsi spiritual, fungsi religi, fungsi melestarikan kebudayaan dan fungsi sosial."
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Mojoanyar Mokh.Malik,MM., Kapolsek Mojoanyar Nanang Mulyono,SH., Kades Kepuhanyar Ir.Slamet, Babinsa Kecamatan Mojoanyar Winardi, Ketua RT/RW, LPMD, ibu-ibu PKK, anggota Karang Taruna berserta para sesepuh pinisepuh dan masyarakat Desa Kepuhanyar.
Pada kesempatan tersebut Kades Kepuhanyar Ir.Slamet memberikan beberapa wejangan kepada masyarakat yang hadir bahwasanya, "prosesi ruwat desa yang dilaksanakan sejak hari Minggu hingga malam ini merupakan wujud kearifan lokal yang ada sebagai bentuk ungkapan syukur."jelas Slamet.
Menurutnya kegiatan tersebut merupakan budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan mempunyai nilai positif. Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturrahmi antar warga. "Untuk itu, saya berpesan terhadap warga masyarakat Desa Kepuhanyar untuk terus mempertahankan serta melestarikan tradisi ini dan tetap jaga kekompakan dan guyub rukun," tutup Slamet. (IND)
Editor : Redaksi