Batu Mirip Wajah Manusia di Dongi-Dongi Diselidiki, Disbud Sulteng Turunkan Tim Arkeologi
Video temuan batu menyerupai wajah manusia di kawasan Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, yang beredar melalui aplikasi WhatsApp memicu perhatian serius Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah. Pemerintah langsung menurunkan tim arkeologi untuk menelusuri keaslian temuan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng, Andi Kamal Lembah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII untuk melakukan identifikasi di lokasi.
“Langkah pertama tentu mengidentifikasi jenis megalitikumnya dan berapa jumlah yang ditemukan. Tim arkeologi sudah turun bersama Balai Pelestarian Kebudayaan,” ujar Andi Kamal saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, lokasi temuan berada dalam bentang kawasan budaya Lore Lindu, wilayah yang dikenal memiliki sebaran situs megalitikum di beberapa lembah besar, termasuk Lore dan Lindu.
Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, temuan tersebut sementara dikategorikan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) hingga penelitian lebih lanjut selesai dilakukan.
“Bisa saja berupa arca, batu megalitik atau bentuk lain. Sekarang masih tahap identifikasi dan registrasi,” jelasnya.
Namun di sisi lain, lokasi temuan juga disebut berada di area yang diduga terdapat aktivitas pertambangan emas, sehingga penanganannya tidak hanya melibatkan dinas kebudayaan.
“Kalau ternyata ada aktivitas tambang liar di sana, itu bukan kewenangan kami. Ada dinas ESDM, lingkungan hidup, hingga Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu yang harus melihat,” tegasnya.
Meski demikian, Disbud Sulteng menegaskan fokus utama saat ini adalah penyelamatan potensi situs budaya, termasuk kemungkinan pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya untuk menentukan zonasi perlindungan.
Hal yang paling menarik perhatian peneliti, lanjut Andi Kamal, adalah bentuk batu yang disebut menyerupai wajah manusia, model yang jarang ditemukan dalam tipe megalitikum di kawasan Lore.
“Kalau benar ada bentuk wajah manusia, ini bisa menjadi model megalitikum baru bagi kawasan ini. Dari sisi pengetahuan prasejarah tentu sangat penting,” katanya.
Pemerintah provinsi memastikan akan terus memantau perkembangan penelitian di lapangan. Hasil identifikasi tim arkeologi juga akan dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah sebagai dasar langkah lanjutan pelestarian situs.
“Untuk sementara tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan masih bekerja di lapangan. Kami terus mengikuti perkembangan dari mereka,” pungkasnya.
Reporter: Agus
Editorial: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi