Warga Dewua Segel Kantor Desa, Protes Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa
Puluhan warga Desa Dewua, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, melakukan aksi penyegelan kantor desa pada Selasa (11/11) siang. Tindakan ini sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dilakukan oleh kepala desa setempat.
Aksi tersebut dijaga ketat oleh warga yang secara bergantian mengawal lokasi agar tidak dibuka sebelum ada keputusan dari Bupati Poso. Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah daerah segera mencopot kepala desa definitif yang dianggap tidak layak memimpin karena dinilai arogan dan tidak transparan dalam mengelola keuangan desa.
“Kami sudah cukup sabar. Tiga tahun berturut-turut pengelolaan DD dan ADD tidak jelas. Masyarakat tidak pernah diberi laporan, padahal itu uang rakyat. Kantor desa akan tetap kami segel sampai bupati mengganti kepala desa ini,” ujar M, salah satu koordinator lapangan aksi.
Warga juga menuding adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa pada periode 2021–2024. Meski laporan dugaan pelanggaran telah disampaikan ke pihak berwenang, mereka menilai hingga kini tidak ada tindak lanjut yang jelas dari pemerintah kabupaten.
Tokoh masyarakat Desa Dewua menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat, bukan tindakan anarkis.
“Kami hanya menuntut keadilan dan kepala desa yang berpihak pada masyarakat. Kalau pemerintah lamban bertindak, kami akan terus pertahankan penyegelan ini,” tegas O, tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Poso melalui Kasi Intel yang dikonfirmasi sehari sebelum aksi, Senin (10/11/2025), membenarkan bahwa laporan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Dewua sudah masuk dan masih dalam tahap penelaahan awal.
“Kami telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan DD dan ADD Desa Dewua. Saat ini masih kami pelajari untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut,” ujar perwakilan Kejari Poso.
Hingga berita ini diterbitkan, kantor Desa Dewua masih dalam kondisi disegel, sementara Pemerintah Kabupaten Poso dan kepala desa bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi dan tuntutan warga tersebut.
Penulis: Fitrah
Editor: W13D
Kategori: Peristiwa
Lokasi: Poso, Sulawesi Tengah
Sumber: wawancara warga
Editor : Redaksi