Komisi II DPRD Sigi Soroti Bantuan Sapi Kurus dan Proyek RPH Tak Berfungsi
Selasa, 28 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Sigi, Sulawesi Tengah | Kategori; Ekonomi | Penulis; Anjasman
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi menyoroti kondisi sejumlah bantuan ternak sapi yang ditemukan dalam keadaan kurus dan tidak sehat di wilayah Kecamatan Dolo Selatan. Temuan tersebut terungkap setelah tim Komisi II melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kelompok penerima bantuan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sigi.
Sekretaris Komisi II DPRD Sigi, Deny, mengungkapkan bahwa dalam kunjungan ke kelompok ternak Desa Baluase, pihaknya menemukan dua ekor sapi dari total sepuluh ekor bantuan dalam kondisi sakit dan lemah. Temuan ini, kata Deny, menimbulkan pertanyaan besar mengenai mekanisme penyaluran serta kualitas hewan yang diserahkan kepada masyarakat.
“Kami akan segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Peternakan untuk meminta penjelasan terkait temuan di lapangan ini,” ujar Deny, Sabtu (25/10) lalu.
Selain itu, Komisi II juga menemukan dugaan ketidakwajaran pada proyek pembangunan Rumah Pakan Hewan (RPH) di Desa Walatana. Bangunan dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah itu disebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, selama dua tahun terakhir, desa yang sama kembali mendapat proyek serupa sebanyak enam unit, menimbulkan dugaan adanya praktik kolusi dan penyalahgunaan kebijakan.
“Kami mencurigai adanya indikasi nepotisme dalam penyaluran bantuan RPH ini. Karena itu, kami akan meminta audit menyeluruh terhadap proyek tersebut,” tegas Deny.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya evaluasi total terhadap kelompok penerima bantuan agar program berikutnya lebih tepat sasaran. Deny juga menyoroti lemahnya peran penyuluh peternakan di tingkat desa dan kecamatan yang seharusnya berperan penting dalam verifikasi calon penerima bantuan.
“Dinas harus melihat data lapangan, bukan hanya formalitas administrasi. Ini penting agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang aktif dan layak,” ujarnya.
Deny juga menyinggung potensi besar kelompok ternak di Desa Bangga, yang memiliki lahan pakan rumput gajah seluas lebih dari tiga hektare namun tidak mendapat prioritas bantuan pembangunan RPH. Kondisi ini disebutnya sebagai bukti lemahnya koordinasi antarinstansi dalam penyaluran bantuan peternakan.
Komisi II DPRD Sigi berkomitmen menindaklanjuti temuan tersebut melalui rapat resmi bersama dinas terkait dan pihak-pihak yang terlibat untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan bantuan peternakan di Kabupaten Sigi.
Editor : Redaksi