MUI Sidoan Audiensi dengan Gubernur Sulteng, Bahas Keamanan dan Moral Generasi Muda

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Dari kiri, Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kecamatan Sidoan, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sidoan, Hi. Basri Daly, Lc., M.A., usai melaksanakan audiensi di kantor Gubernur Sulteng (foto : asr
Dari kiri, Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kecamatan Sidoan, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sidoan, Hi. Basri Daly, Lc., M.A., usai melaksanakan audiensi di kantor Gubernur Sulteng (foto : asr

Kamis, 23 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Palu, Sulawesi Tengah | Kategori; Daerah | Penulis; Asri

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sidoan, Hi. Basri Daly, Lc., M.A., mengungkapkan hasil audiensi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si., yang digelar pada Selasa (21/10) pukul 14.00 WITA siang, bertempat di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam keterangannya kepada Media BERITA FORMAT, Kamis (23/10/2025), Basri Daly menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diinisiasi oleh MUI bersama Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, dengan tema utama keamanan, ketertiban, dan kondisi sosial masyarakat yang saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Kami menyampaikan langsung kepada Gubernur tentang keresahan masyarakat, terutama soal keamanan dan dampak peredaran narkoba di wilayah Sidoan yang mulai menggerus moral generasi muda,” ungkap Basri Daly.

Dalam audiensi itu, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya keterlibatan semua unsur masyarakat dalam menjaga ketertiban sosial dan akhlak generasi muda. Ia mengusulkan agar MUI, WIA, dan seluruh elemen masyarakat Sidoan segera menggelar rapat bersama lintas sektor untuk menyusun langkah konkret menghadapi persoalan narkoba.

“Gubernur mendorong agar dibentuk forum bersama untuk menyikapi maraknya peredaran narkoba yang merusak moral anak bangsa, serta pentingnya pembinaan akhlak dan pendidikan karakter sejak dini,” terang Basri.

Selain itu, MUI dan WIA juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di 11 desa di Kecamatan Sidoan yang saat ini tidak aktif. Menurut Basri, hal itu disebabkan oleh kurangnya insentif ustaz dan ustazah serta minimnya dukungan orang tua murid.

“Kami berharap pemerintah memberi perhatian agar proses pendidikan agama bisa kembali hidup. Pak Gubernur berjanji akan mencari solusi, terutama terkait insentif bagi tenaga pengajar,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, MUI Sidoan akan melakukan konsolidasi internal bersama elemen masyarakat sembari menunggu waktu dan arahan lanjutan dari Gubernur Sulawesi Tengah.

Menanggapi langkah cepat dan responsif pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan sosial di wilayah Sidoan, NGO FORMAT (Non Governmental Organisation Forum Media Transformasi) memberikan apresiasi terhadap upaya kolaboratif yang mulai dijalankan oleh pemerintah daerah, terutama Bupati Parigi Moutong yang mengambil langkah konkret menggandeng masyarakat dalam pemberantasan narkoba.

Ketua Koordinator NGO FORMAT, Mukti Wijaya, menilai pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, tokoh agama, dan pemuda merupakan strategi efektif dalam menekan peredaran narkoba di tingkat akar rumput.

“Langkah Bupati yang menggandeng masyarakat adalah sinyal positif. Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, tapi juga kesadaran sosial dan pembinaan moral di level desa,” ujar Mukti.

Menurutnya, FORMAT mendorong agar langkah tersebut diperkuat melalui sinergi antarinstansi, mulai dari BNN, kepolisian, pemerintah daerah, hingga lembaga keagamaan, dengan fokus pada pendidikan karakter, sosialisasi bahaya narkoba, serta penguatan hukum berbasis kearifan lokal.

“Kami berharap pola kolaboratif ini menjadi model yang berkelanjutan, karena menjaga moral generasi muda adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan langsung masyarakat, diharapkan Kabupaten Parigi Moutong dapat menjadi wilayah percontohan gerakan masyarakat bersih narkoba (Bersinar) di Sulawesi Tengah.