Satgas Madago Raya Ajak Warga Parigi Moutong Tangkal Hoaks dan Radikalisme Lewat Silaturahmi Jumat
Sabtu, 18 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah | Kategori; Hukum | Penulis; Asri
Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan kegiatan silaturahmi dan sambang usai salat Jumat berjamaah di Masjid At-Tijaarah, Kompleks Pasar Sentral Tagunu, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Parigi Moutong AKP Zulkufran bersama personelnya Aiptu Arwin AB itu menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kamtibmas dan imbauan menjaga keamanan lingkungan kepada jamaah serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam dialog singkatnya, AKP Zulkufran menegaskan bahwa terciptanya situasi aman tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan memerlukan peran aktif dan kesadaran masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu provokatif maupun berita hoaks yang bisa menimbulkan perpecahan. Mari bersama menjaga kerukunan dan persatuan,” ujar AKP Zulkufran.
Selain mengingatkan soal keamanan lingkungan, Satgas juga menyampaikan pentingnya menanamkan wawasan kebangsaan guna mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi. Melalui pendekatan keagamaan seperti ini, Satgas berharap pesan damai dan semangat persaudaraan dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.
Tokoh jamaah Masjid At-Tijaarah, Andi Ancang, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan humanis yang dilakukan Satgas II Preemtif Madago Raya.
“Atas nama jamaah dan selaku tokoh masyarakat, kami berterima kasih atas kunjungan dan pesan yang disampaikan. Kami siap mendukung penuh Operasi Madago Raya demi keamanan wilayah Parigi Moutong,” ungkap Andi Ancang.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi bagian dari strategi Operasi Madago Raya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks, radikalisme, dan intoleransi. Dengan komunikasi langsung di tengah warga, Satgas berharap stabilitas dan harmoni sosial di Sulawesi Tengah dapat terus terjaga.
Editor : Redaksi