Anggaran PMT Dipertanyakan, Desa dan Puskesmas Saling Jelaskan Peran
Rabu, 24 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Kategori; Daerah | Penulis; Asri
Sejumlah kepala desa di Kecamatan Lambunu mempertanyakan kewajiban desa dalam menganggarkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, lansia, ibu hamil, dan remaja. Hal ini mencuat pada 22 September 2025, saat desa merasa hanya mereka yang menanggung pembiayaan.
Menanggapi hal tersebut, pihak Puskesmas Lambunu I melalui petugas gizi, Rismala Dewi, menjelaskan bahwa PMT yang dikelola puskesmas hanya bersifat pemulihan gizi untuk balita dan lansia yang bermasalah, bukan untuk keseluruhan sasaran.
“Kalau PMT dari puskesmas itu namanya PMT pemulihan, hanya untuk anak atau lansia bermasalah. Sedangkan untuk keseluruhan, seperti balita sehat dan ibu hamil, itu menjadi tanggung jawab desa melalui dana desa,” kata Rismala, Selasa (23/9).
Ia menambahkan, puskesmas hanya menyiapkan menu gizi sesuai rekomendasi petugas dan mendistribusikan susu atau makanan tambahan sesuai kuota dari Dinas Kesehatan. Tahun ini, tercatat 128 anak dan 25 ibu hamil menerima PMT pemulihan.
Sementara itu, Sekcam Bolano, Moh Nawir S.Sos, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan hanya memfasilitasi koordinasi.
“Memang ada anggarannya, dan didorong dari dana desa untuk penyediaan makanan tambahan. Program ini juga bagian dari pencegahan stunting bagi balita, lansia, dan remaja,” jelas Nawir.
Editor : Redaksi