Polemik di Sirenja, Oknum Kepsek dan Oknum Wartawan Saling Tuduh
Sabtu, 20 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Donggala, Sulawesi Tengah
Kategori; Peristiwa | Penulis; Asri
Polemik mencuat di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, setelah Kepala Sekolah SDN 21 Sirenja yang juga Ketua PGRI, Harun, menuding seorang oknum wartawan berinisial I melakukan praktik intimidasi dan dugaan pemerasan terhadap sejumlah kepala sekolah dan perangkat desa.
Harun pada, (16/9) lalu, mengaku resah dengan tindakan oknum tersebut, yang disebut kerap meminta uang dengan dalih "pajak" atau biaya publikasi. Menurut Harun, ketika permintaan itu tidak dipenuhi, ia diduga mencari-cari aib pribadi untuk dijadikan tekanan.
“Saya berencana melaporkan kasus ini ke Polsek Sirenja karena sudah meresahkan,” ujarnya.
Sengketa ini bermula dari perselisihan pada acara keluarga di Desa Sipi, saat itu I disebut menghentikan hiburan musik elektone dengan alasan ada warga sakit. Perdebatan antara keduanya pun berlanjut hingga merembet ke isu pribadi.
“Kami merasa resah karena ada intimidasi dan dugaan pemerasan. Saya akan minta petunjuk ke Polsek Sirenja agar masalah ini tidak terus meresahkan sekolah maupun desa.” imbuhnya.
Menanggapi tuduhan tersebut, I membantah keras. Ia menyebut pernyataan Harun tidak benar dan fitnah.
“Saya tidak pernah memeras. Justru saya menawarkan kerja sama publikasi dengan desa maupun sekolah. Kalau tidak mau, saya tidak memaksa,” jelasnya.
I menegaskan, jika tuduhan tidak terbukti secara hukum, ia siap menempuh jalur hukum dengan menuntut balik atas pencemaran nama baik. Ia juga menilai pemberitaan media lokal terkait dirinya tanpa konfirmasi adalah hoaks.
“Tuduhan itu fitnah. Saya tidak pernah melakukan pemerasan. Kalau tuduhan tidak terbukti, saya siap menuntut balik demi menjaga nama baik saya.” tegas I. Sabtu (20/9/2025).
Polemik ini diperkirakan berlanjut ke ranah hukum setelah kedua belah pihak sama-sama menyatakan siap membawa masalah tersebut ke aparat kepolisian.
Editor : Redaksi