Miliaran Cuma Untuk Kudapan
Selasa, 2 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Palu, Sulawesi Tengah
Kategori; Daerah | Penulis; Anjas
Penggunaan anggaran makan dan minum rapat di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah tahun anggaran 2025 memicu sorotan tajam. Berdasarkan penelusuran, tercatat dua paket besar belanja konsumsi dengan nilai Rp2,28 miliar dan Rp5,72 miliar, ditambah sejumlah paket lain bernilai ratusan juta, yang totalnya menembus angka fantastis.
Paijo (nama samaran) menilai, besarnya anggaran konsumsi rapat ini berpotensi menjadi pemborosan uang negara.
“Publik berhak tahu siapa vendor pemenang, bagaimana perhitungan satuan biaya, dan apakah sesuai dengan prinsip efisiensi serta akuntabilitas keuangan negara,” tegas Paijo, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, sistem e-purchasing yang digunakan justru rawan disalahgunakan jika tidak diawasi ketat. Risiko praktik mark up, vendor titipan, hingga konflik kepentingan dianggap sangat mungkin terjadi. Kondisi ini bisa memperburuk persepsi publik terhadap DPRD.
“Di tengah ekonomi sulit, rakyat akan menilai dewan lebih sibuk mengurus fasilitas diri daripada memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Upaya klarifikasi sempat dilakukan awak media kepada Kasubag Humas DPRD Provinsi Sulteng, Nelly, sejak Senin (25/8). Namun hingga Selasa (26/8), pesan dan panggilan telepon yang dilakukan belum berbuah jawaban pasti. Nelly hanya menyebut belum mengetahui detail anggaran tersebut dan akan menanyakan lebih lanjut.
Paijo menegaskan bahwa jika anggaran konsumsi rapat tidak transparan, hal itu berpotensi melanggar prinsip efisiensi dan hemat anggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
“Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh karena DPRD dianggap lebih mementingkan makan dan rapat, ketimbang aspirasi rakyat,” pungkas Paijo
Editor : Redaksi