Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Anwar Pastikan Warga Poso Terurus

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat mendampingi Wapres Gibran, mengunjungi lokasi pasca gempa Poso (foto : fitrah_beritaformat.com)
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat mendampingi Wapres Gibran, mengunjungi lokasi pasca gempa Poso (foto : fitrah_beritaformat.com)

Jum'at, 22 Agustus 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Poso, Sulawesi Tengah

Kategori; Nasional | Penulis; Fitrah

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada, Jum'at (22/8/2025), usai gempa bermagnitudo 6.0 SR yang mengguncang wilayah tersebut pada, Minggu (17/8) pagi hari.

Kedatangan Wapres Gibran didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Poso. Rombongan meninjau langsung titik terdampak gempa di Lapangan Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, yang difungsikan sebagai pusat darurat bagi warga.

“Pemerintah daerah bersama pusat akan terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan pascabencana. Kami pastikan warga terdampak mendapat perhatian penuh, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun pemulihan ekonomi.” ungkap Anwar Hafid.

Dalam kesempatan itu, Wapres menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia, yakni keluarga almarhumah Katrin Kande dan Ernius Bambe. Selain itu, ia juga menyaksikan penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Wapres Gibran kemudian menyempatkan diri meninjau SDN 1 Tangkura yang mengalami kerusakan parah. Kepala sekolah, Nobernius Suba, menjelaskan bahwa saat gempa terjadi plafon bangunan runtuh dan menimpa meja serta kursi di ruang kelas.

“Syukurlah saat plafon ambruk, murid-murid belum berada di dalam kelas. Namun kerusakan ini sangat mengganggu proses belajar. Kami berharap ada bantuan segera untuk perbaikan sekolah.” terang Kepala SDN 1 Tangkura, Nobernius Suba.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan RSUD Poso untuk memastikan pelayanan darurat bagi korban bencana berjalan optimal.