Tujuh Orang Hilang, Ribuan Terdampak Banjir dan Longsor di Parigi Moutong
FORMAT PARIGIMOUTONG | Bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengakibatkan tujuh orang hilang, ribuan warga terdampak, dan kerusakan pada fasilitas umum serta lahan pertanian.
Bencana terjadi di 14 desa yang tersebar di tiga kecamatan: Bolano Lambunu, Ongka Malino, dan Bolano. Longsor dilaporkan di Desa Lambunu dan Desa Lembah Bomban.
Banjir dan longsor terjadi pada Selasa, (17/6) pukul 23.22 WITA, menyusul hujan deras dengan intensitas tinggi.
Total warga terdampak sebanyak 1.165 kepala keluarga atau 3.744 jiwa. Selain itu, tujuh orang dinyatakan hilang, dua di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Infrastruktur rusak termasuk jembatan, rumah ibadah, sekolah, dan hampir 700 hektar lahan pertanian.
Curah hujan tinggi menyebabkan meluapnya air sungai dan pergerakan tanah yang memicu banjir serta longsor di sejumlah wilayah rawan.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama dinas terkait, TNI, Polri, PMI, Tagana, dan relawan telah mendirikan posko induk, menyalurkan bantuan logistik, membuka dapur umum, dan melakukan pencarian korban menggunakan alat berat. Pemerintah Kabupaten menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari, mulai 19 Juni hingga 2 Juli 2025.
"Kami terus berupaya melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor di Desa Lambunu. Koordinasi dengan seluruh unsur terkait telah dilakukan agar distribusi bantuan tepat sasaran dan cepat tersalurkan," ujar Amirudin, SH., ST., Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD.Parigi Moutong dalam laporan tertulisnya. (Asri)
Editor : Redaksi