Warga Keluhkan Kantor Desa Tak Berfungsi, Dugaan Penyimpangan Anggaran Mengemuka di Desa Salubanga

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kondisi bangunan kantor Desa Salubanga yang sudah tertutup semak belukar hampir setinggi atap bangunan (foto ; enos/asri_beritaformat.com)
Kondisi bangunan kantor Desa Salubanga yang sudah tertutup semak belukar hampir setinggi atap bangunan (foto ; enos/asri_beritaformat.com)

FORMAT PARIGIMOUTONG | Warga Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, mengeluhkan tidak berfungsinya kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat. Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga melalui sambungan telepon kepada pihak media pada, Kamis (12/6).

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, hingga saat ini kantor Desa Salubanga tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Padahal, kantor desa seharusnya menjadi tempat utama pelayanan administrasi dan pemerintahan desa.

"Kantor desa saja tidak ada, bagaimana pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan benar?" ujar warga tersebut.

Desa Salubanga merupakan desa pegunungan yang berjarak sekitar 3–4 jam perjalanan dari Desa Sausu Trans. Warga menduga, ketidakberadaan kantor desa ini berkaitan dengan tidak transparannya penggunaan Dana Desa (DD), baik dari APBN maupun APBD.

Masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah terkait, menelusuri pengelolaan anggaran di desa tersebut, yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan.

"Dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi, miliaran dana digelontorkan, tapi Desa Salubanga tetap tidak mengalami kemajuan," tambah warga.

Terpisah, Kepala Desa Salubanga, Piter Tandi Rupang, menjelaskan jika kantor desa yang lama memang sudah tidak dipergunakan lagi karena gangguan sinyal komunikasi.

"Kantor tersebut memang sudah tidak kami pergunakan karena gangguan sinyal komunikasi. Akan tetapi, Camat Sausu menjanjikan akan memindahkan kantor Desa Salubanga ke tempat lain yang mempunyai konekvitifas internet atau sinyal komunikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut Piter menerangkan jika untuk kegiatan pelayanan administrasi maupun Musyawarah Desa (Musdes) dirinya bersama staf dan tenaga lainnya menggunakan gedung Polindes.

"Kami pergunakan gedung Polindes, setiap kali ada pertemuan atau Musdesus,' pungkasnya. (Asri/Enos)