Skandal Bantuan BSPS di Parigimoutong, Oknum Kades dan Camat Diduga Terlibat

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kades Tolai Timur saat menemui Kepala Kantor Perwakilan beritaformat.com di ruang kerjanya (foto : asri_beritaformat.com)
Kades Tolai Timur saat menemui Kepala Kantor Perwakilan beritaformat.com di ruang kerjanya (foto : asri_beritaformat.com)

FORMAT PARIGIMOUTONG | Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah, untuk meningkatkan kualitas rumah mereka dengan memberikan dana stimulan. Program ini mendorong keswadayaan masyarakat dalam pembangunan atau peningkatan kualitas rumah, serta sarana dan prasarana.

Program BSPS memiliki target untuk meningkatkan jumlah rumah layak huni di suatu wilayah, serta mendukung pengentasan kemiskinan.

Salah seorang narasumber dari masyarakat yang tidak mau disebut namanya menuturkan kepada awak media pada, Senin (21/4/2025), jika Kepala Desa (Kades) Tolai Timur memberikan program BSPS diduga tidak tepat sasaran.

"Yang mendapatkan program BSPS sebenarnya sudah mampu dan hanya keluarganya semua," ungkap warga.

Terpisah, I Made Sukanto, Kades Desa Tolai Timur, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan jika program BSPS dari DPR RI Fraksi Golkar senilai 20 juta rupiah per unit rumah tersebut sudah sesuai.

"Realisasi program ini sudah sesuai dan tersalurkan. Apa yang menjadi informasi ke media atas dugaan tidak tepat sasaran dan hanya keluarga saya yang menerima itu tidak benar adanya," sangkal I Made Sukanto.

Sebelumnya, dikabarkan ada oknum Camat yang diduga juga menerima manfaat dari program BSPS, dimana program tersebut seharusnya untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Itu tidak benar!, di Desa Tolai Timur hanya ada 20 orang penerima program BSPS sepanjang saya menjabat sebagai Kades sejak 2018 hingga 2021," pungkas I Made Sukanto. (Asri/Enos)